Bangkit di Masa Pandemi, UMKM Lewat Pameran Virtual

Bangkit di Masa Pandemi, UMKM Lewat Pameran Virtual

RAKYATCIREBON.ID-Dalam upaya mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bangkit di masa pandemi Covid-19, PT Sukses Mulya Pratama (SMP) bersama strategic partners Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi), Ekomando Production, dan Invex bergandengan tangan menggelar pameran virtual Indonesia Digital Trade Show in conjunction with Indonesia Local Brands Expo 2020.

Pameran ini merupakan pameran multi industri melalui online virtual dengan konsep digital dan realistik atau 3D online exhibition. Pameran virtual ini, berbeda dengan pameran biasanya yang mengharuskan para pengunjung dan peserta untuk hadir langsung ke hall atau venue yang di tentukan.

Pengunjung bisa bertemu dan bertransaksi melalui platform virtual expo 2020. Selain itu, peserta tidak perlu membangun booth dikarenakan seluruh material sudah disediakan oleh penyelenggara pameran, dalam bentuk design booth virtual 3D dan untuk transaksi sudah disediakan melalui payment gateaway.

Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi), Susanty Widjaya, mengatakan, pihaknya sangat mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Beli Kreatif Lokal Indonesia, melalui pameran Local Brands Expo dan Gerakan Support Local Brands.

“Adanya pameran virtual yang mudah diakses, diharapkan mampu membuat pengusaha merek lokal Indonesia dan pelaku UMKM Indonesia go digital, kembali bangkit dan memiliki semangat lebih untuk semakin maju serta membantu dalam pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Susanty Widjaya dalam acara webinar, Rabu (18/11/2020).

Sementara, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop dan UKM), Victoria br Sinurat mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak terhadap seluruh industri, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merasakan penurunan yang dratis dalam penjualan produk.

“Kami tentunya tidak tinggal diam begitu saja dan terus berusaha dan berupaya mendukung segala aktivitas UMKM. Salah satunya, dukungan dengan kegiatan virtual expo ini,” kata Victoria.

Menurut Victoria, Kemkop dan UKM akan mendukung penuh seluruh acara ataupun pameran yang bertujuan baik untuk para pelaku UMKM.

“Baik pemerintah maupun swasta juga turut mendorong pelaksanaan acara ini agar para pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia bisa menembus pasar digital dan sebagai jembatan dalam mempercepat digitalisasi produk-produk UMKM di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf), Nia Niscaya, menambahkan, pihaknya akan ikut serta dalam pameran vitual dalam rangka memberi dukungan kepada para pelaku usaha kreatif.

“Kami memfasilitasi 24 jenama binaan kami yang hadir pada Hall A. Kami hadirkan para jenama dari sub sektor kuliner, fashion, dan kriya di pavillion Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Nia Niscaya.

“Kami berharap IDTS ini dapat turut menjadi bagian dalam pemulihan perekonomian nasional, peningkatan tingkat konsumsi domestik, serta memperkuat program pemerintah yakni gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI),” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Sukses Mulya Pratama (SMP), SR Nopit Cahyani, menjelaskan, pameran virtual ini menargetkan 200.000 pengunjung serta melibatkan 375 pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia.

“Seluruh program acara dalam pameran ini dapat diakses secara gratis oleh pengunjung. Tentunya, ada banyak kegiatan dan agenda menarik sepanjang berlangsungnya pameran ini,” jelasnya.

Nopit menambahkan, sejumlah perusahaan besar turut berpartisipasi maupun mendukung virtual expo Indonesia Digital Trade Show In conjunction with Indonesia Local Brands Expo 2020.

“Beberapa diantaranya Bank BCA selaku official bank partner, Blibli, LinkAja, MyAdsTelkomsel, Oxygen, Sicepat, Mustikaratu, dan Garuda Indonesia selaku airlines partner dalam event ini,” kata Nopit.

Sementara untuk target transaksinya sendiri, Nopit menyebut angka Rp 25 miliar, dari total keseluruhan transaksi sepanjang pameran, dengan target total 200.000 pengunjung. “Kita menargetkan angka realistis dari even ini karena tentu ada taste yang berbeda jika dibandingkan dengan pameran offline. Namun kami tetap optimis virtual expo ini bisa berjalan dengan sukses,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!