Bangun Kampus II, IAIN Cirebon Sudah Kuasai 4,9 Hektare di Terisi Indramayu

130
TANDATANGAN. 9 warga Desa Cikawung, Terisi, Indramayu melakukan penandatanganan pelepasan hak atas tanah, Jumat (6/12). Total tanah 4,9 hektare itu bakal digunakan untuk pembangunan Kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (Suwandi/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID – Realisasi dana hibah Rp10 miliar dari Pemprov Jawa Barat untuk pengadaan tanah pembangunan Kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon final. Dana tersebut resmi digunakan untuk pembelian 4,9 hektare tanah di Desa Cikawung, Terisi, Indramayu. Tanah dibeli dari 9 warga pemilik. Proses pelepasan hak atas tanah tersebut dilakukan secara simbolis di Aula Rektorat kampus setempat, Jumat (6/12).

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu, Wendy Irwandy mengungkapkan, pengadaan tanah seluas 4,9 hektare itu berasal dari hibah dana Pemprov Jawa Barat kepada IAIN Cirebon senilai Rp10 miliar.

Dijelaskan Wendy, tanah yang dilepas warga dihargai Rp200 ribu per meter. Penentuan harga tersebut didasarkan pada nilai appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik. “Pembayarannya langsung ditransfer melalui Bank BRI atas nama masing-masing warga yang melepas tanahnya,” jelas Wendy.

Dia melanjutkan, lokasi tanah yang dilepaskan tepat bersebelahan dengan tanah hibah 18 hektare dari Pemda Indramayu kepada IAIN Cirebon. “Nantinya akan satu hamparan dengan tanah hibah dari Pemda Indramayu,” katanya.

Terkait hibah 18 hektare dari Pemda Indramayu, Wendy mengatakan, saat ini sudah masuk kajian DPRD Indramayu. Dalam waktu dekat, DPRD bakal mengadakan Sidang Paripurna terkait proses hibah. Meski demikian, 10 hektare tanah sudah bersertifikat atas nama IAIN Cirebon. Sedangkan sisanya masih proses sertifikasi. “Untuk realisasinya hibahnya tahun depan. Karena tahun ini tidak mungkin,” tegas Wendy.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dengan selesainya realisasi hibah Rp10 miliar dari Pemprov Jawa Barat yang dibelikan tanah seluas 4,9 hektare, pihaknya bakal fokus melanjutkan proses hibah dengan Pemda Indramayu. Pihaknya terus melakukan upaya akselerasi realisasi hibah tersebut.

“Sekarang kami fokus untuk proses hibah 18 hektare dengan Pemda Indramayu. Kami masih upayakan tahun ini selesai,” ujar Sumanta.

Dia menegaskan, proses hibah baik dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemda Indramayu dalam rangka memenuhi kebutuhan tanah minimal 30 hektare. Agar IAIN Cirebon bisa alih status menjadi UIN. “Kalau semua hibah ini selesai maka kebutuhan tanah untuk jadi UIN sudah terpenuhi,” tegas dia. (WAN)

BAGIKAN