Bawakan Lagu Sunda Hingga Panturaan, Pembagian Upah Sesuai Kehadiran

Bawakan Lagu Sunda Hingga Panturaan, Pembagian Upah Sesuai Kehadiran

Dikatakannya, dua hari menjelang puasa seluruh tim obrog-obrog melakukan latihan sekaligus cek peralatan musik di rumah ibunya di RT 5 RW 1 nomor 193 blok Cipadung Desa Karyamukti Kecamatan Panyingkiran. Sementara ibunya yang memiliki nama lengkap Ukay Karyawati tersebut, sambung Neni, juga berlatih lagu-lagu baru melalui handphone hingga hapal hampir semua jenis lagu dari dangdut, panturaan hingga lagi-lagu sunda ala kuda renggong.

“Jika tidak sakit seperti sekarang, ibu bangun setiap pukul 00.00 WIB untuk bersiap-siap berangkat ngobrog. Seluruh tim juga berangkatnya disini, dari rumah ibu,” terang Neni.

Menurutnya, setelah ngobrog biasanya rombongan akan sampai di rumah sekitar pukul. 03.00 sampai dengan pukul 03.30 WIB pagi.

Obrog-obrog Desa Karyamukti dengan Sinden Obrog Ceu Ukay, termasuk langka. Pasalnya di wilayah lain Obrog-obrog cukup menggunakan tape dan speaker untuk membangunkan sahur.

“Tim obrog-obrog Desa Karyamukti lebih dari sepuluh orang termasuk ibu saya sebagai vokalisnya. Mereka biasanya akan mendapat upah sebagai rasa terima kasih warga yang sudah merasa dibangunkan untuk sahur. Pembagian upah berdasarkan jumlah kehadiran saat ngobrog,” pungkas Neni.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!