Belajar Mencintai Batik

7
Koleksinya Dipakai Artis Ibu Kota

CIREBON – Masih Ingatkah dengan kejadian batik Indonesia yang di klaim negara lain beberapa tahun lalu? Ini sesungguhnya ironis dan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia untuk lebih mecintai kekhasan yang ada di negaranya sendiri.  Seperti yang dilakukan oleh Jenudin, putra asli Cirebon yang mengangkat kebudayaan daerah yaitu batik menjadi bisnis atau usaha yang dilakoninya saat ini.

pengusaha batik cirebon
Owner MJ Batiqu, Jaenudin. Doc.Rakyat Cirebon

Jaenudin memiliki usaha dibidang desain batik dirintis sejak tahun 2011. Dirinya membuat MJ Batiqu sebagai usahanya. “Jauh sebelum 2011 lalu, tepatnya pada tahun 2000 saya sekolah di SMK 2 Cirebon mengambil kelas fashion. Pada saat itu memang fashion, khususnya untuk pria belum begitu berkembang. Sehingga kelas saya belajar hanya ada 2 pria dan sisanya adalah perempuan,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon, Minggu (27/9).

Jaenudin berkeyakinan, fashion pria sebenarnya tak kalah menarik dan modern dari wanita. Justru, pria akan tampil lebih trendi dan bergaya dengan model dan penambahan aksen dalam pakaian. Seperti yang dilakukannya, dirinya mengolah banyak bahan batik yang dipadupadankan dengan bahan lain dan penambahan ornamen menarik menjadi pakaian yang bergaya dan lebih berkelas.

“Semuanya tak lepas dari dukungan owner Griya Pengantin, Arief Rachmanto. Karena, usai SMA jurusan Fashion tersebut saya banyak belajar dari beliau. Dan mendapat dukungan untuk akhirnya membuka MJ Batiqu,”katanya.  Perlahan, kata dia, banyak yang mengakui bahwa batik itu tak kuno. Justru, dengan memakai batik lebih trendi dan bukan hanya dipakai saat kondangan saja. “Melainkan untuk bepergian atau hang out banyak yang sudah pakai batik,” ujarnya.

MJ Batiqu tersendiri merupakan nama yang cetuskan Jaenudin berkat sapaan teman-temannya. Dimana dirinya yang dalam kesehariannya selalu memakai batik dan selalu disebut Mas Jae (MJ). Sedangkan Batiqu sendiri berarti Batik miliku. Bahkan, kini ia dikontrak salahsatu televisi nasional untuk support pakaian dan makeup.

 “Mengkombinasi batik dengan bahan lainnya menjadi salahsatu hobi. Sejauh ini produksi masih di rumah, yaitu di jalan Tenda Barat. Kedepannya saya menginginkan showroom dan memajang hasil karya dan pakaian yang siap untuk dijual serta menerima orederan,” harapnya.

Jaenudin yang awalnya meniti MJ Batiqu sendiri, kini telah memiliki empat asisten. Selain para artis yang telah memakai pakaiannya untuk sebuah acara maupun MC. Untuk MC Cirebon pun sudah banyak menggunakan koleksi pakaiannya. Bahkan, dalam acara Wedding Expo 2015 di Swiss-Belhotel Cirebon pihaknya menggelar fashion show sepuluh MC Cirebon yang mengenakan pakaian MJ Batiqu.

“Jadi sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk malu mengenakan batik. Karena, dengan pakaian batik yang diramu dengan lebih modern dan muda. Seiring jalannya waktu, batik bisa diterima dan bisa menjadi image Indonesia yang sesungguhnya,” tutupnya. (ani)

BAGIKAN