Berusia 58 Tahun, RM Kentjana Pertahankan Masakan Rumahan

Berusia 58 Tahun, RM Kentjana Pertahankan Masakan Rumahan

RAKYATCIREBON.ID – Hanya beberapa saja rumah makan di Kota Cirebon yang bertahan hingga setengah abad lebih dengan tetap mempertahankan cita rasa masakan dari dulu hingga sekarang. RM Kentjana salah satunya.

Berlokasi di Jalan Karang Kentjana, Kali Baru Kota Cirebon, RM Kentjana sudah berdiri sejak tahun 1962. Saat itu dirintis oleh Kentjana Wati, kemudian dikelola generasi kedua  yakni Janti Setyawati. Dan masih eksis hingga saat ini di tangan generasi ketiga.

Rumah makan berusia 58 tahun ini mengandalkan masakan tradisional khas rumahan. Ada nasi rames, usus goreng, emping, ati ayam goreng, pela, urap, sayur tahu, sayur lodeh, sayur cabai, pepes tahu, pepes udang, sayur asem, semur telur, panggang ayam dan lainnya. Per menu dijual dari harga Rp10 ribuan saja.

“Konsepnya makanan Indonesia, makanan rumahan. Menu-menunya disajikan kayak  nasi padang, apa yang dimakan itu yang dihitung,” ungkap generasi kedua RM Kentjana, Janti Setyawati saat ditemui Rakyat Cirebon, Selasa (3/11).

Boleh dibilang, RM Kentjana merupakan rumah makan legendaris. Tercatat sejumlah tokoh publik pernah icip-icip. Sebagian bahkan menjadi pelanggan tetap. “Di anataranya Pak Agung Laksono, Pak Dai Bachtiar,  Pak Adi Vivid Dai Bachtiar sering makan ke sini,” ungkap Janti.

Dia melanjutkan, saking legendarisnya RM Kentjana sampai-sampai dijadikan nama Jalan Karang Kencana oleh Almarhum Ismail Saleh saat menjabat Jaksa Agung RI rentang tahun 1981 sampai 1984. Ismail Saleh juga tercatat sebagai pelanggan RM Kentjana. Jika ke Cirebon, Ismail Saleh bersama istri bersantap di rumah makan tersebut.

Janti menuturkan, tak hanya mempertahankan resep lama, suasana klasik di RM Kentjana juga masih dijaga. Terdapat relief suasana pedesaan Bali di diding rumah makan.

“Sangat cocok untuk tempat makan keluarga.  Yang bosan sama kuliner modern bisa datang ke sini. Bisa bernostalgia dengan kuliner khas rumahan,” kata dia.

RM Kentjana buka di hari Senin – Sabtu pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Lokasinya mudah dijangkau. Tempatnya cukup luas. Mampu menampung hingga 80 orang dalam satu waktu.

Sejarawan asal Cirebon, Mustaqim Asteja menuturkan, zaman dulu areal di sekitar RM Kentjana merupakan kawasan niaga yang strategis. Lantaran menjadi jalur kapal laut yang memasok barang dagang dari Pelabuhan Cirebon ke areal pusat perdagangan yang kini jadi Pasar Pagi.

Menurutnya, guna mewujudkan kawasan wisata sejarah Kota Tua di Cirebon, harus ada penataan kawasan kumuh di sekitar Kali Baru dan Sukalila. Sehingga destinasi kuliner legendaris seperti RM Kentjana tetap bertahan dan bisa mendorong minat wisatawan datang ke Cirebon.

“Kawasan sekitar RM Kentjana dulu kawasan strategis. Kalau bicara zaman VOC jalan depan RM Kentjana itu sungai dari Pelabuhan Cirebon sampai Pasar Pagi. Sungai itu juga ketemu Jalan Karanggetas,” tegas dia. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!