BIJB bisa Ringankan Beban Angkutan Udara Bandara Suta

28
MAJALENGKA – PT BIJB melakukan MoU dengan PT Angkasa Pura terkait pembangunan ground handing dan ware house cargo selama 1 tahun. Nota kesepakatan itu sendiri ditandai dengan penandatanganan kerjasama kedua belah pihak di kantor BIJB, Senin (13/2).
BIJB kerjasama dengan  Angkasa Pura
BIJB kerjasama dengan  Angkasa Pura. Foto: Pai/Rakyat Cirebon
Dirut BIJB Virda Dimas Eka Putra mengatakan,  dalam rencana pengoperasian BIJB di tahun 2018 mendatang, dipastikan  banyak pihak yang akan terlibat. Termasuk diantaranya pihak Angkasa Pura sebagai salah satu mitra usaha jasa angkutan udara. 
Inisisasi dengan pihak Angkasa Pura, kata dia, diharapkan akan mampu mendorong kemajuan BIJB dalam pengoperasianya. Dimana Angkasa Pura memiliki jaringan networking yang cukup luas dan merupakan ground handing operator. 
Sehingga dengan bekerjasama akan sangat menguntungkan.  Dimana kedepanya air port BIJB akan semakin ramai dengan air line yang hadir. Semakin banyak air line yang hadir maka akan semakin baik bagi BIJB.
“Saya optimis apa yang dibangun saat ini bisa sesuai target, dan untuk sisi pasar sendiri. Keberadaan BIJB sangat berpeluang. Mengingat kondisi Bandara Husen yang sudah terlalu banyak slotnya. Begitu juga dengan bandara Soekarno Hata (Suta). Sehingga beban itu bisa terbagi ke BIJB,” terangnya.
Sehingga, kata dia, BIJB akan memiliki peran yang sangat strategis dalam jasa layanan angkutan udara atau menjadi Kertajati the best get and tourism, dan berdampak positif pada masyarakat Majalengka. 
“Mengingat di abad 21 keberadaan bandara sekaligus membangun kota. Sehingga Majalengka akan menjadi enggin of ekonomic baru di wilayah timur Jawa Barat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirut Angkasa Pura, Adi Gunawan dalam menjelaskan, Ground Handling tumbuh sekitar tahun 1984  yang dimulai di Bandara Suta dan kini sudah terdapat di 13 bandara  dengan 30 air line internasional. Pihaknya sangat senang dengan kehadiran BIJB Kertajati.
“Sebab  saat ini beban di Bandara Suta sendiri sangat berat. Yakni melayani 60 juta penumpang per tahun dan 1 juta ton cargo per tahun. Sehingga keberadan BIJB bisa menjadi alternatif layanan angkutan udara,” ujarnya.
Apalagi secara ekonomi, sambung dia, BIJB Kertajati akan menjadi sumber ekonomi groust. Karena untuk pergerakan logisitik sangat ideal, dengan keberadaan jalan told an pelabuhan Cirebon, dengan sendirinya hal itu akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Majalengka.
“Saat ini selain penumpang manusia, pergerakan barang cargo per tahun di bandara Suta mencapai 1 juta ton, yang diharapkan beban itu bisa terbagi dengan BIJB Kertajati,” paparnya.
Sementara itu, dari pantauan Rakyat Cirebon, saat ini BIJB tengah mengebut pengerjaan untuk terminal taxy dan gudang serta infrastruktur lainya. Dimana tahapanya di bulan Juli pekerjaan infrastruktur diharapkan bisa rampung.
Serta di periode Agustus 2018 akan dilanjutkan dengan bangunan penunjang oprasional. Kemudian pengerjaan gedung terminal di periode Desember. Januari 2018 sudah bisa soft opening dan di Maret bisa full operation. (pai)
BAGIKAN