BLK Tak Kunjung Dibangun, Begini Tanggapan DPRD Majalengka

BLK Tak Kunjung Dibangun, Begini Tanggapan DPRD Majalengka

RAKYATCIREBON.ID-DPRD Majalengka tanggapi soal wacana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan harapan mampu menunjang peningkatan kualitas SDM warganya.

Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana, meminta kepada pemkab Majalengka untuk lebih serius dalam mengambil keputusan dengan akan dibangunnya BLK tersebut. Jangan hanya sekedar sebuah wacana.

“Pembangunan BLK sudah menjadi wacana dalam beberapa tahun terakhir, mudah-mudahan tahun depan pemkab serius (dan memang harus serius, red) dalam mewujudkannya,” ujar Asep Eka Mulyana kepada Rakyat Cirebon, Jumat (2/10).

Sebab, kata dia, keberadaan BLK di Kabupaten Majalengka saat ini menjadi sangat vital. Karena sampai sekarang Majalengka belum memiliki fasilitas latihan yang menunjang seperti itu.

“Mengingat sudah sejak beberapa tahun belakangan dengan adanya peralihan atau pergeseran geo-ekonomi yang menjadikan Majalengka sebagai kawasan industri menjadi sangat penting akan kehadiran BLK untuk meningkatkan kualitas SDM warga Majalengka,” ungkapnya.

Politisi partai Golkar itu menjelaskan, dengan adanya pergeseran tersebut, Majalengka harus semakin berlari kencang dalam menjawab semua tantangan yang tengah dihadapi saat ini.

Sehingga semua sarana dan prasarana yang mendukung ketercapaian program besar yang dihadapi Majalengka harus segera bisa direalisasikan dengan hadirnya balai latihan kerja yang mumpuni.

“Semakin mudahnya akses menuju dari dan ke Majalengka terbuka lebar, maka diperlukan pula kompetensi dan kualitas SDM Majalengka yang mumpuni dalam Menjawab semua kebutuhan tersebut” jelasnya.

Ketua Golkar Majalengka itu menegaskan, jika pembangunan BLK ini sudah dimasukkan dalam KUA-PPAS 2021, tentu DPRD akan mendorong terealisasinya pembangunan BLK tersebut, dengan catatan tidak mengabaikan pula penanganan dan pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19.

“Kami harapkan pembangunan tersebut tidak berbasis “proyek”, asal dibangun secara fisik. Namun, kemudian tidak dimanfaatkan atau dimaksimalkan fungsinya sebagai sumber peningkatan kualitas SDM kita,” tandasnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!