BPD Bantah Pengaruhi Nuzul Dalam Diksi ‘Limbah’

BPD Bantah Pengaruhi Nuzul Dalam Diksi ‘Limbah’

RAKYATCIREBON.ID-BPD dan Masyarakat Desa Maniskidul Kecamatan Jalaksana membantah bahwa telah memberi pengaruh kepada Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy soal ‘limbah’ yang disampaikan dalam klarifikasi di gedung DPRD Kuningan, Senin (5/10) yang membawa-bawa BPD dan masyarakat Desa Maniskidul.

Ketua BPD Desa Maniskidul Daud Ismail mengatakan, dirinya mengakui memang datang ke rumah Ketua DPRD Kuningan, namun dalam silaturahmi tersebut dirinya tidak membahas limbah.

“Kami hanya menanyakan perkembangan covid ke beliau khususnya di Husnul Khotimah,” kata Ketua BPD, Daud Ismail di kantor desa setempat, Selasa (6/10)

Bantahan ketua BPD juga diperkuat oleh tokoh masyarakat Desa Maniskidul Abdul Hadi, menurutnya, kedatangan mereka ke rumah pak Zul (Nuzul.red) pasca beliau berstatment di media yang menyebut kata Limbah
Tokoh masyarakat, Abdul Hadi memperkuat ucapan Daud. Dia bahkan menegaskan, kedatangan mereka ke rumah Zul paska dirinya berstatement di media yang menyebut kata ‘limbah’.

“Kami perlu meluruskan ucapan pak Zul dalam klarifikasi yang menyebutkan bahwa kata limbah dipengaruhi oleh kami, padahal kami datang sebelum kata ‘limbah’ viral,” tegasnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy yang didampingi wakil ketua DPRD Kuningan H Dede Ismail dan Wakil ketua DPRD Hj Pokok Komariah, di hadapan awak media dalam jumpa persnya di gedung DPRD, Senin (5/10).

Menurut Nuzul, munculnya kata limbah, dirinya mengawali dengan kalimat ‘jangan sampai Husnul membawa limbah’ kalimat jangan sampai, sama sekali bukan diartikan sebagai tuduhan, justru lebih berkonotasi untuk mengingatkan.

“Kata limbah secara jujur dipengaruhi oleh kehadiran beberapa warga, termasuk ketua BPD, mengenai kekhawatiran penyebaran covid-19 di Desa Manis Kidul, namun apabila kata limbah ini mengganggu kenyamanan berbagai pihak di Kabupaten Kuningan, dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Nuzul

Sekali lagi, atas pernyataan dirinya tentang diksi ‘Limbah’ yang membuat sebagian masyarakat Kuningan tidak nyaman. Dengan ketulusan hati kami menyampaikan permohonan maaf. Semoga klarifikasi ini bisa mengakhiri polemik,” ucap Nuzul.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan awak media, politisi senior PDIP ini juga membantah bahwa dirinya membuang limbah kotoran hewan ke sungai yang berada disamping rumahnya.

“Sebagai pribadi, saya juga mempunyai ingon-ingon (hewan peliharaan) ada empat, dan pengolahannya bisa dilihat ditempat saya ada pengolahan limbah semacam ipal, resapan airnya dibuang ke sungai, dibuangnya pun tidak siang-siang tapi malam-malam, bukan limbah tapi cairannya,” ucap Nuzul.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!