BPMPD Bungkam Soal Tes Akademik

5
Panitia Kuwu Diminta untuk Netral dan Bebas dari Intervensi

PLUMBON– Sebanyak 29 bakal calon (balon) kuwu dari empat desa mengikuti tes akademik, Sabtu (3/10) lalu di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon. Menurut data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), awalnya ada lima desa yang akan ikut tes akademik.
Namun, lantaran ada salah satu balon di Desa Panunggul Kecamatan Gegesik yang mengundurkan diri, sehingga desa tersebut tidak perlu lagi melaksanakan tes akademik. Mengingat, sesuai aturan maksimal lima balon saja yang akan melaju pada tahapan selanjutnya.

pilwu serentak cirebon
Tes bakal calon Kuwu. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Hal tersebut dibenarkan salah satu balon dari Desa Plumbon Kecamatan Plumbon, Didi Slamet Riyadi. Dikatakan Didi, pada saat pelaksanaan tes akademik, hanya ada peserta dari empat desa saja.
“Yang saya tahu, 29 orang ini dari empat desa seperti Plumbon, Pegagan, Bojong Kulon sama Kertasura saja. Semuanya kan dikumpulkan dalam satu ruangan jadi saya tahu,” tuturnya kepada Rakyat Cirebon, kemarin (4/10), saat dikonfirmasi wartawan koran ini.

Diceritakan Didi, tes yang dilalui para balon belum lama ini bisa disebut tidak terlalu sulit. Pasalnya, yang diujikan seputar materi kepemimpinan dan kebangsaan, sehingga para balon dapat melaluinya dengan mudah. “Kelihatannya sih mudah karena materi itu kan bukan ilmu pasti, artinya pengetahuan kita. Sedangkan materi seperti itu, hampir kita dapatkan baik dari pengalaman ataupun wawasan,” jelas dia.

Lebih jauh dikatakan Didi, panitia yang bertugas menguji para balon harus netral. Artinya, pada saat memutuskan siapa balon yang lolos, harus benar-benar bebas dari intervensi. “Ya, saya harap hasilnya benar-benar fair, jadi sesuai dengan hasil tes,” tandasnya.Sementara itu, saat wartawan koran ini hendak meminta konfirmasi pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD), baik Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Adang Kurnida maupun Kepala BPMPD, Memet Surahmat tidak ada satupun yang membeirkan jawaban.

Sedangkan, Ketua Pilwu Desa Bojong Kulon Bajuri mengatakan, balon kuwu yang mengikuti tes akademik akan dinilai berdasarkan peringkat dari hasil tes. Dikatakan Bajuri, balon kuwu yang berhak mengikuti tahapan pilwu selanjutnya adalah dari peringkat pertama sampai peringkat kelima. “Berarti selebihnya akan digugurkan,” katanya. Oleh karena itu, lanjut Bajuri, hasil tes akademik adalah satu penentuan bagi balon kuwu untuk bisa lolos ke tahapan berikutnya.

“Dalam tes tidak ada standar lulus, balon kuwu yang lolos berdasarkan peringkat. Maka untuk peringkat yang pertama sampai dengan yang kelima tersebut yang akan lolos, selebihnya akan gugur,” ujarnya.Has senada dikatakan Asikin, Ketua Panitia Pilwu Desa Pegagan Kecamatan Palimanan.Dikatakan Asikin, tes akademik yang dilaksanakan adalah untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan pemahaman balon kuwu.

Dalam tes akademik tersebut, lanjutnya, akan terlihat kapasitas balon kuwu sehingga menentukan hasil tes sesuai dengan pringkat. “Dari tes ini akan terlihat kapasitas kemampuan dan ilmu pengetahuan dari balon kuwu, katanya.Sementara itu, Taspin, salah satu balon kuwu Desa Bojong Kulon Kecamatan Susukan, secara tegas menyatakan kesanggupannya untuk menerima dengan lapang dada jika tidak lolos dalam tes.

“Yang pasti saya sudah berusaha untuk menjawab semua soal-soal tes akademik dan persoalan lolos dan tidaknya saya tetap akan legowo dan menerima hasil tersebut,” ungkapnya. (ari/cas)

BAGIKAN