Bupati Dorong Ekonomi Berbasis Pariwisata

8
Hadirkan Ragam Industri Kreatif, Helat Kuningan Rampes

KUNINGAN– Untuk mengoptimalkan pengembangan karya seni, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kuningan menghelat Kuningan Rampes, di Lapangan Pandapa Paramarta, Sabtu (26/9). Kepala Disparbud Kuningan, Tedi Suminar mengatakan, kegiatan pameran dan workshop industri kreatif Kuningan Rampes Ragam Pesona 2015 dimaksudkan untuk mendorong kreatif, ide, serta inovasi dalam pengembangan seni maupun kewirausahaan.

industri kreatif kuningan
Industri kreatif Kuningan. Foto : Alehandro Malik/Rakyat Cirebon

Selain itu, kata Tedi, kegiatan ini juga untuk mempromosikan keragaman potensi dan kreativitas produk masyarakat Kuningan serta memeriahkan Hari Raya Pariwisata Dunia dan Hari Jadi Kuningan ke-517.Kegiatan ini, lanjut Tedi, akan berlangsung selama dua hari dan diisi dengan pameran workshop industri kreatif, fashion show carnaval etnik, konser angklung, pagelaran seni budaya, orkresta dan blues rampes in the art festival.

“Ragam Pesona 2015 ini diikuti oleh 32 stan yang terdiri dari pengusaha kuliner, cenderamata, PHRI Kuningan, paguyuban biro perjalanan wisata dan umroh, himpunan pramuwisata kuningan, gabungan pengusaha objek dan daya tarik wisata kuningan, paguyuban video dan fotografi serta peserta lainnya,” terangya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya mengandalkan industri berbasis sumber daya alam dalam mengoptimalkan pengembangan sektor ekonomi, tetapi juga mendorong perekonomian berbasis pariwisata.

“Kuningan sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi objek wisata serta nilai-nilai budaya, cukup berpotensi dalam mengembangkan industri ekonomi kreatif. Sejumlah sektor ekonomi terus digerakkan, salah satunya sektor industri kreatif berbasis pariwisata dan pengembangan daerah tujuan wisata di Kuningan,” kata Utje kepada Rakyat Cirebon.

Menurutnya, potensi produk kreatif harus terus dikembangkan termasuk di daerah tujuan wisata di Kabupaten Kuningan. Sebab, di samping memiliki potensi objek wisata dan nilai-nilai budaya yang terus dikembangkan, serta keragaman hayati apabila diarahkan menjadi industri ekonomi kreatif dapat membuahkan hasil yang luar biasa.

“Hal itu ditunjang dengan banyaknya sumber daya manusia di Kuningan yang kreatif, sehingga mampu menerjemahkan potensi-potensi tersebut kedalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi tinggi,” katanya.Dijelaskan Utje, ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari SDM, sebagai faktor produksi yang utama.

“Pameran industri kreatif ini merupakan salah satu dukungan pemerintah Kabupaten Kuningan dalam upaya mendorong perkembangan sebuah kreatifitas, ide, gagasan serta inovasi di berbagai bidang,” ujarnya.Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya, kata Utje, menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga munculah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Istri mantan Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda ini menilai, ekonomi kreatif mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, berbagai masalah yang menghambat pengembangan industri kreatif harus diatasi.“Diharapkan, adanya pameran ini akan ada banyak manfaat yang diperoleh seperti berkembangnya bisnis UKM, mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran,” pungkasnya. (ale)

BAGIKAN