Calon Kandidat Bupati Majalengka Mulai Tebar Pencitraan

Calon Kandidat Bupati Majalengka Mulai Tebar Pencitraan

Demi Nama Baik untuk Merebut Suara Terbanyak

MAJALENGKA – Percaturan untuk memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati Majalengka memang masih cukup lama. Namun, hal itu kerap memunculkan siapa saja yang berminat maju harus dididukung sepenuhnya oleh masyarakat. Saat ini para kandidat mulai melakukan pencitraan untuk menarik simpati warga.

ilustrasi calon bupati
Ilustrasi calon bupati.Image by rakyatcirebon.co.id

Pemerhati politik dan sosial, Wawan Bachtiar, mengatakan, para kandidat terkadang jika ditanya siap menjadi kandidat bupati, yang masuk dalam kategori pantas dan punya pengaruh, pastinya akan menjawab siap. Tapi masih menjaga jarak.

“Siapapun yang dianggap pantas, pasti ketika ditanya warga ataupun wartawan, orang tersebut akan menjawab, tentu saya siap. Tetapi hal itu semua kembali kepada masyarakat mau tidak jika dipimpin oleh orang tersebut,” ujar Wawan Bachtiar kepada Rakyat Cirebon, kemarin .

Wawan mengatakan, hanya saja sejumlah kandidat sekarang ini setiap kalimat
dan ucapan yang keluar tentunya merupakan sebuah konsep dan strategi yang tengah dirancang. Saat ini pengemasan pencitraan tengah dibangun para kandidat demi nama baiknya dimasa depan untuk meraih dan mendatangkan suara terbanyak.

“Saat ini mereka tengah memoles diri dari sikap dan turur kata. Serta menuturkan bahwa dirinya siap membangun Majalengka. Tentunya dengan janji dan konsep yang mereka tawarkan,” jelasnya.

Ia menilai, saat ini siapapun yang mendapatkan label ‘pantas’ dan punya massa, kini telah memoles dirinya dalam menjaga sikap dan penampilannya di depan public. Sehingga akan menimbulkan kesan tersediri di hati masyarakat.
“Jadi memang itu bagian dari langkah politik untuk menarik hati masyarakat. Selain dari gambar dan spanduk, maka si kandidat yang mau nyalon tentunya harus menjaga sikap dan perilaku yang elegan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan mantan aktivis mahasiswa, Mahdi. Ia menegaskan, apalagi dalam hal ini calon kandidat memang punya berbagai kepentingan, maka penampilan dan sikap mereka yang baik, tentunya harus terjaga.

“Jangankan yang mau nyalon, kita saja dalam berkehidupan sosial harus bersikap dan berucap baik kepada teman maupun saudara, apalagi yang mau nyalon. Itu semua merupakan hal yang wajar. Satu hal ang perlu diwaspadai tentunya adalah janji-janji manis yang terlalu muluk,” jelasnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!