Calwu Incumben Cuekin Protes Kubu Leo

69
Hanya Cari Kesalahan, Soal Surat Cuti H Makmur Ngaku Kelupaan


SUSUKAN – Permasalahan surat keterangan cuti bagi calon incumben Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, ternyata sampai dengan hari ini belum ada titik temu. Kedua kubu masih tetap saling mengklaim paling benar.

calon kuwu cirebon
Leo Andrian Dwilaksono. doc. Rakyat Cirebon

Seperti sebelumnya surat tersebut dipermasalahkan oleh  salah satu balon kuwu yang tidak lolos dalam tes akademik, Leo. Ia menegaskan dengan tidak menyerahkan surat keterangan cuti, maka calon incumben sudah melanggar perbub dan dianggap cacat hukum.

Oleh karenanya dalam aksi yang dilakukan kubu Leo, beberapa waktu lalu menuntut panitia untuk menggugurkan calon incumben itu karena cacat hukum denga tidak memenuhi persyaratan pada perbub.

Merespon persoalan tersebut, calon kuwu (Calwu) incumben Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, H Makmur mengaku, mengenai surat cuti dirinya sebagai kuwu, saat ini sudah diserahkan kepada panitia.

Namun dirinya mengakui setelah penetapan calon dan sampai dengan tanggal 13 Oktober kemarin, pihaknya belum menyerahkan surat cuti kepada panitia. Pasalnya pihaknya mengaku panitia tidak menyinggung surat cuti adalah salah satu persyaratan.

“Benar kemarin memang kami lupa memberikan surat cuti kepada panitia, ya namanya juga manusia kan pasti ada lupanya,”  terang H Makmur, calon incumben Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, saat dikonfirmasi, kemarin.

Dikatakan Makmur, seharusnya mengenai surat cuti tidak usah dipermasalahkan, karena pada persyaratan balon kuwu yang tertera pada peraturan bupati nomor 96/2015, surat cuti bukanlah merupakan sarat mutlak bagi calon kuwu incumben.

Karena menurutnya, setelah menelaah salah satu pasalnya, bahwa sifat dari surat cuti yang dalam hal ini kuwu adalah pihak yang pasif dan yang aktif adalah pihak BPMPD dan Kecamatan yang harus memberikan cuti bagi clon incumben.

“Kalau melihat salah satu pasal dalam perbub maupun perda, kuwu incumben bersifat pasif dan yang harusnya aktif memberikan surat cuti adalah BPMPD atau pihak kecamatan,” katanya.

Sementara itu dengan santernya gejolak dari pendukung Leo yang menginginkan dirinya mundur dari pencalon, H makmur mengatakan bahwa hal demikian adalah biasa terjadi pada pertarungan pilwu. Tentu menurutnya yang kalah akan mencari kesalahan pemenang walaupun sekecil apapun untuk menjatuhkan lawan.

Olehkarenanya, untuk menjaga kondusifitas, pihaknya tidak akan menanggapi hal tersebut pasalnya pihaknya sudah melaksanakan tahapan pilwu sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak menabrak aturan manapun.

“Kami tidak akan terpancing dengan hal tersebut, karena surat cuti bukan merupakan persyaratan mutlak, hanya kami lupa memberikan kepada panitia dan panitia juga tidak memintanya kepada kami,” pungkasnya. (caz/mgg)

BAGIKAN