Cegah Gejolak, Tebar Nomor Kontak

54
Polisi Minta Masyarakat Aktif dan Tidak Terpancing Provokasi


GEGESIK– Berbagai cara dilakukan pihak kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya gejolak pada pemilihan kuwu (pilwu).  Salah satunya dengan menyebar stiker yang tertera nomor kontak babinkamtibmas masing-masing desa.

pengamanan pilwu cirebon
Polisi sebar nomor kontak. Foto: Casmudi/Rakyat Cirebon

Kapolsek Gegesik AKP Tohari mengatakan, penyebaran stiker dengan nomor kontak babinkamtibmas dilakukan untuk mempermudah proses pelayanan kepolisian bagi masyarakat.
Hal tersebut, kata Tohari, juga diperuntukan demi meredam sedini mungkin adanya ekses negatif di masyarakat pada pelaksanaan pilwu serentak di Kecamatan Gegesik.

“Kami lakukan utuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dalam hal membutuhkan bantuan kepolisian,” ungkap Tohari, saat ditemui Rakyat Cirebon di Mapolsek Gegesik, kemarin. Disampaikan Tohari, dalam hal pelayanan kepada masyarakat sudah menjadi salah satu tugas kepolisian.  Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan dan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kepolisian termasuk menjaga kondusivitas.

Namun untuk menjaga kondusivitas, pihak kepolisian juga membutuhkan peran serta masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya, salah satu tujuan disebarkanya nomor kontak babinkamtibmas di masing-masing desa, sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pihak kepolisian dalam hal menciptakan kondusivitas pada pelaksanaan pilwu.

“Dengan disebarnya nomor kontak babinkamtibmas masing-masing desa diharapkan masyarakat bisa ikut berperan serta dalam hal menjaga dan meredam kemungkinan adaya ekses sedini mugkin,” katanya.Tohari berharap, dengan segala usaha yang dilakukan oleh kepolisian, pada pelaksanaan pilwu serentak di Kecamatan Gegesik dapat berlangsung dengan aman, damai, sukses tanpa ekses.

Tohari juga mengajak seluruh masyarakat agar dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal menciptakan keamanan.  “Masyarakat jangan mudah terpacing oleh ulah oknum yang bisa mengganggu kondusivitas dalam masyarakat,” pungkasnya. (caz/mgg)

BAGIKAN