CEO Radar Cirebon Group:  Pandemi Covid-19 Dimungkinkan Akan Panjang, Perbanyak Aktivitas Perdagangan Platform Online

CEO Radar Cirebon Group: Pandemi Covid-19 Dimungkinkan Akan Panjang, Perbanyak Aktivitas Perdagangan Platform Online

RAKYATCIREBON.ID-CEO Radar Cirebon Group Yanto S Utomo ikut dalam rapat Satgas Covid-19 Kota Cirebon di Balaikota Cirebon, kemarin. Ia juga bagian dari Tim Percepatan Ekonomi Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Yanto memberi beberapa catatan mengenai penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. “Menurut saya yang harus kita selamatkan adalah anak-anak, orang tua dan orang yang mempunyai penyakit bawaan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi kegigihan Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH dalam menyosialisasikan protokol kesehatan secara gencar. Seringkali Azis turun ke jalanan untuk menertibkan masyarakat yang tak bermasker. Keluar-masuk mal, pasar tradisional, dan tempat aktivitas ekonomi lainnya.

“Perjuangan Pak Wali yang di jalanan itu mungkin sudah luar biasa hebat. Karena bisa mengurangi. Bisa dilihat, sedikit yang tertular (Covid-19) dari mal, jalanan, dan pasar tradisional. Tapi sudah di (klaster) keluarga. Maka dari itu, paling penting itu tracing di keluarga, terutama anak-anak, orang tua dan orang yang punya penyakit bawaan,” tuturnya.

Yanto juga menyoroti insiden jenazah Covid-19 yang dibuka paksa oleh keluarganya di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, dan dipersoalkan mengenai pemulasarannya. Pasien itu sebelumnya ditangani RSD Gunung Jati. “Kalau ada penambahan nakes di rumah sakit atau lainnya, ditambahkan ustad atau kiai untuk mengurus jenazah. Supaya tidak kejadian lagi seperti di Gunungjati,” kata dia.

Menurut Yanto, pandemi Covid-19 dimungkinkan akan masih panjang. Sehingga pemerintah harus memikirkan penguatan ekonomi rakyat. Dia mendukung saran dari Bank Indonesia untuk memperbanyak aktivitas perdagangan menggunakan platform online.

“Bagaimana caranya ekonomi kita ini sebagian besar digital. Harus punya warung-warung online. Untuk mengurangi interaksi setiap hari. Karena yang menyelematkan ekonomi kita itu UKM. Ekonomi besar semuanya ambrol,” ujarnya.

Masalah ketersediaan pangan juga turut disinggung. Yanto berharap, beberapa dinas terkait bisa menyusun strategi untuk kepastian ketersediaan pangan selama beberapa tahun ke depan. “Pertanian perkotaan yang harus kita hidupkan. Jawa Barat itu apa saja bisa hidup,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!