Dadang Jadi Model Iklan Termiskin di Indonesia

Dadang Jadi Model Iklan Termiskin di Indonesia

Ditambahkan Nana, setidaknya ada beberapa solusi untuk hal ini dengan tidak harus dengan menggugat pabrik rokok atau menuntut royalti karena hematnya, foto yang dipasang itu bukan dari produk rokok tapi dari kementrian kesehatan, dirinya akan cari solusi dengan cara persuasip.

“DHCT (dana Hasil Cukai Tembakau) adalah hasil pungutan di luar pajak dalam bentuk cukai dari olahan tembakau, yang diatur dan dikelola negara. Cukai merupakan salah satu pendapatan negara dan sebagai sumber keuangan, setidaknya ini bisa digunakan untuk dimohonkan membantu mensejahterakan kang Dadang,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Nana, harus ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, karena kang Dadang Mulya adalah warga pituin Kuningan, ini tanggungjawab pemerintah juga baik melalui dinas kesehatan ataupun dinas sosial untuk membantu Kang Dadang setidaknya beliau dijadikan duta kesehatan Kabupaten Kuningan.

“Kang Dadang tidak akan menggugat secara hukum, surat kuasa pengacara juga di cabut scara pribadi oleh Kang Dadang, karena beliau sendiri tidak mau masalah ini menjadi rumit, karena beliau selama ini tidak merasa dirugikan,” jelasnya.

Sekedar informasi, Dadang Mulya sebelumnya sudah menunjuk kuasa hukum Dudung Hidayat SH MH dari HMSP & Patners, namun tiba-tiba Dadang Mulya mencabut surat kuasa.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!