Dahlan Iskan: Begitu Enak Jadi Menteri-Menteri Sekarang Ini, Tidak Harus Hadapi Sikap DPR yang Garang

Dahlan Iskan: Begitu Enak Jadi Menteri-Menteri Sekarang Ini, Tidak Harus Hadapi Sikap DPR yang Garang

RAKYATCIREBON.ID-Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menilai, Pemerintahan Jokowi Widodo-Maruf Amin didukung penuh oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab Ia melihat semua kebijakan begitu mudah lolos di DPR.

“Praktis sekarang ini DPR memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Mulai dari perubahan di KPK, UU Covid-19, dan terakhir Omnibus Law ini. Semua begitu mulusnya lolos di DPR.” Ujar Dahlan dikutip dari catatan pibadinya di Disway, Rabu (7/10).

Dahlan melanjutkan, belum lagi soal praktik sehari-hari di pengelolaan negara. Ia melihat semua begitu muda lolos di DPR.

“Saya melihat semua begitu mulusnya. Begitu enak menjadi menteri-menteri sekarang ini. Tidak harus menghadapi sikap DPR yang sangat garang.” Katanya.

Dia membandingkan pemerintahan sekarang dengan yang sebelumnya. Pemerintahan Jokowi, menurutnya begitu kuat dari sisi politiknya.

“Saya begitu kagum dengan kekuatan pemerintah sekarang. Juga pada semangat melakukan pembaharuan: inikah revolusi mental yang dimaksud dulu?” ucap Dahlan Iskan.

Dahlan bilang, pemerintahan Jokowi lebih kuat dibanding era Gus Dur, Megawati, SBY, apalagi B.J. Habibie.

Dia menjelaskan, era Presiden B.J. Habibie bisa menguatkan rupiah dari Rp 17 ribu per dolar menjadi Rp 8 ribu. Namun pemerintahannya hanya seumur jagung.

“Secara kapasitas begitu kuat Habibie, tapi secara politik begitu rapuh.” Ucap Dahlan Iskan.

Dahlan melanjutkan, di era SBY agak beda. Dia bilang, meski melewati krisis tsunami dan krisis keuangan 2008, tapi kekuatan dukungan kapasitasnya membuat SBY bisa menjadi presiden dua periode. Kalau saja tidak ada pembatasan masa jabatan ia akan bisa tiga periode. Tetapi dukungan politik dari DPR tidak kuat untuk SBY.

“Tapi dukungan politik di DPR tidak sekuat pemerintah sekarang. Waktu itu PDI-Perjuangan oposisi frontal. PKS main petak umpet. Tapi SBY pandai bermain di antara arus-arus politik itu.” Ujar Dahlan Iskan. (dal/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!