Damar Sewu Pertanda Dibukanya Upacara Adat Seren Taun

8
RIBUAN obor di sepanjang jalan menuju Paseban Tri Panca Tunggal, Keraton Kepangeranan Cigugur, Kabupaten Kuningan, tadi malam (1/10), dinyalakan sebagai pertanda rangkaian upacara adat Seren Taun dimulai atau biasa dikenal Damar Sewu. Bagaimana suasananya?

seren taun kuningan
Seren Taun. Foto : Alehandro Malik/Rakyat Cirebon


Dimulai dari menyalanya obor besar berbentuk bunga teratai, api disebar oleh empat prajurit keraton berkuda dari keempat penjuru mata angin atas izin Sang Raja Pangeran Djatikusumah. Seren Taun yang digelar setiap tahun oleh masyarakat adat Sunda Cigugur ini akan dimulai pada 1-6 Oktober 2015. Berbagai pagelaran seni tradisional Sunda akan ditampilkan hingga sepekan penuh mulai pagi hingga malam.

Seperti saat pembukaan tadi malam, usai Damar Sewu menyala, ribuan warga Kuningan dihibur kaulinan barudak lembur seperti ayang-ayang gung, sasalimpetan, dan orayorayan oleh puluhan anak SD dengan iringan musik gamelan.  Ketua Yayasan Trimulya, Gumirat Barna Alam, mengatakan, pada upacara penyalaan Damar Sewu di empat penjuru mata angin memiliki makna filosofi bahwa manusia diciptakan Tuhan YME dengan pelita hati yang harus tetap menyala dan mempunyai semangat hidup.

“Obor yang dinyalakan diibaratkan pelita hati manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan agar selalu menyala dan semangat menjalani hidup namun tidak lupa untuk bersyukur,” ujar putra Pangeran Djatikusumah ini kepada Rakyat Cirebon. Menurut Barna, berbagai kegiatan kesenian budaya dan sosial akan diselenggarakan selama enam hari terhitung mulai tanggal 1-6 Oktober. Diantaranya festival karinding kontemporer, Pesta Dadung, rampak kendang dan berbagai pagelaran seni tradisional lain.
Dikatakan Barna, Damar Sewu merupakan sebuah helaran budaya yang mengawali rangkaian upacara adat seren taun yang merupakan gambaran manusia dalam menjalani proses kehidupan baik secara pribadi maupun sosial serta mengajak masyarakat untuk lebih peka dan peduli kepada alam.

Rangkaian kegiatan Seren Taun lanjut Barna, akan dimulai pada tanggal 1 Oktober dengan ditandai gelaran acara Damar Sewu. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari tersebut berupa penyalaan 1.000 obor yang tersebar di empat penjuru mata angin yang menuju Paseban Tri Panca Tunggal.
“Empat pemuda berkuda menyalakan api di sumber api berbentuk bunga teratai di depan Paseban untuk disebar ke obor-obor yang ada di sepanjang jalan dari empat penjuru angin. Makna yang terkandung dari ritual ini adalah sebagai upaya menyebarkan informasi ke masyarakat bahwa upacara adat Seren Taun telah dimulai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Cigugur, AKP Imam Supratikno, SH mengatakan acara Seren Taun ini diharapkan dapat berjalan dengan aman dan nyaman, Kepolisian sendiri menerjunkan setengah kekuatan anggota Polsek Cigugur untuk kegiatan menutup jalan yang menuju acara pembukaan seren taun.“Selama kegiatan, arus yang menuju Cikijing ditutup sementara demi kelancaran acara pembukaan seren taun,” jelasnya.

Sementara Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda mengungkapkan,  warga Cigugur telah setia melestarikan kearifan lokal sunda, dimana hal ini berdampak pada pelestarian budaya, serta mampu meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat. “Melalui kegiatan budaya semacam ini, saya yakin Kuningan akan menjadi destinasi wisata, bukan cuma dari dalam negri, namun juga manca Negara. Dan tentunya akan meningkatkan sektor pariwisata di Jawa Barat,sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat Kuningan,” ujarnya. (ale)

BAGIKAN