Dana Pengamanan Dipastikan Aman

8
Bisa Pakai APBD Murni Kendati Anggaran Perubahan Disahkan November

SUMBER– Pelaksanaan pemilihan kuwu yang akan dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang, diprediksi akan berjalan lancar, meskipun anggaran perubahan belum disahkan. Namun, hanya anggaran untuk pengamanan saja yang menggunakan APBD perubahan.Demikian diungkapkan Bupati Cirebon Drs Sunjaya Purwadisastra saat ditemui Rakyat Cirebon di salah satu hotel di Kedawung, kemarin (1/10).

bupati cirebon sunjaya
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Foto : Ahmad Ashari/Rakyat Cirebon

“Dananya semuanya di APBD murni, jadi terkait anggaran tidak ada kendala,” ujarnya.
Meski ada anggaran dari perubahan, khususnya untuk pengamanan namun hal itu tidak menjadi persoalan karena bisa terlebih dahulu memakai dana yang dari murni. “Kan bisa pakai anggaran murni dulu, kemungkinan perubahan baru bisa dicairkan pada November nanti,” terangnya.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, lanjut Sunjaya, pihaknya sudah mulai memasukan rencana kerja (renja) ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk kemudian dimasukan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Perubahan kan bulan November sehingga dari sekarang renjanya masuk ke Bappeda untuk masuk ke KUAPPAS, supaya tidak terjadi kekosongan. Nanti di DPA ada di KUAPPAS tidak ada, jangan sampai terjadi seperti itu,” tandasnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Adang Kurnida mengatakan, terkait pembiayaan pemilihan kuwu sudah mulai berjalan.

“Ada tahap pertama dan kedua. Untuk tahap pertama sudah dicairkan sebesar 40 persen untuk sampai tahap penetapan balon. Setelah itu baru tahap dua sebesar 60 persen bisa dicairkan,” paparnya.
Sementara itu, saat ini pelaksanaan pilwu masih pada tahap tes akademik bagi sejumlah desa yang memiliki lebih dari lima desa. Setelah itu, kata dia, pada 7 Oktober nanti baru penetapan bakal calon (balon) kuwu. “Sistemnya kita transfer pada rekening desa, kan masuk ke APBDesa. Barulah panitia minta pada desa atau BPD masing-masing,” terangnya. (ari)

BAGIKAN