Dana Pilwu Tahap I Belum Cair

6
SUMBER – Dari 124 desa yang akan melaksanakan pemilihan kuwu, terdapat satu desa yang hingga kini belum mengajukan pencairan dana pilwu tahap pertama. Padahal pencairan dana pilwu tahap dua akan segera dimulai.

Pilwu serentak. Image by kpu.go.id

Kasubid Administrasi Pemerintah Dan Keuangan Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Nanan Abdul Manan SSTP MSi menjelaskan, sampai saat ini hanya satu desa belum mengajukan pencairan dana pilwu, yakni Desa Kedongdong Kecamatan Susukan.

“Hanya Kedongdong saja yang sampai saat ini belum mengajukan juga,” terang Nanan pada Rakyat Cirebon, kemarin (5/10).  Padahal BPMPD, kata dia, sudah melayangkan surat edaran untuk mendorong desa-desa segera mengajukan pencairan. Bahkan saat ini pencairan untuk tahap dua sebesar 40 persenpun sudah mulai dihimpun.

 “Kembali lagi pada desanya masing-masing. Kita tidak tahu mengapa belum juga mengajukan, panitia juga danannya dari mana? Kan belum dicairkan, sementara dana sebesar 60 persen itu untuk sampai tahap penetapan besok (hari ini, red),” imbuhnya.

Untuk menghindari keterlambatan pencairan, BPMPD sudah mengimbau pada semua desa yang akan menggelar pilwu untuk mulai menghimpun. Sehingga pada saat tahap penetapan bakal calon menjadi calon, sudah bisa langsung diajukan.

“Dari pencairan sampai ke pemilihan kuwu kan dekat, jadi jangan sampai pencairan dilakukan setelah tanggal 25 Oktober. Makanya kita suruh himpun dari sekarang,” jelasnya. Pihaknya berharap 124 desa secara bersama-sama mengajukan pencairan sebesar 40 persen. Sehingga tidak ada yang tercecer, seperti pada tahap pertama.

Sementara itu salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Walahar Kecamatan Gempol, Wawan mengaku dana pemilihan kuwu tahap pertama sudah digelar semua oleh panitia.

“Kita semuanya dapat Rp54 juta, yang 60 persen sudah digelar. Tinggal yang tahap dua saja, kita sudah menyusun dan tinggal diajukan saja,” tuturnya saat ditemui di BPMPD. Diakuinya dana yang telah dianggarkan pemerintah daerah melalui APBD tersebut masih kurang. Sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut, dengan menggunakan dari pendapatan desa setempat.

“Masih kurang sedikit, tapi kita tutup dengan pendapatan desa yang ada,” ungkap dia. Perlu diketahui anggaran yang telah disalurkan pada tahap pertama 60 persen, sebesar Rp4.185.453.550 miliar, dari total jumlah anggaran tahap pertama Rp4.261.200.000. Sementara itu sisa anggaran sekitar Rp2.916.546.450 dan pagu kabupaten Rp7.102.000.000. (ari)

BAGIKAN