Danrem 063/SGJ: Bios 44, Senjata Baru Ketahanan Pangan

Danrem 063/SGJ: Bios 44, Senjata Baru Ketahanan Pangan

RAKYATCIREBON.ID-Sebagai kebutuhan dasar manusia pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi masyarakat Indonesia. Hal itu juga diamanatkan oleh Undang-undang No.7 tahun 1996 tentang pangan bahwa pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan terkait pangan.

Presiden Jokowi mengutus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, untuk menangani sektor pangan. Jokowi menugaskan Prabowo menangani program food estate atau lumbung pangan nasional di dua kabupaten di Kalimantan Tengah.

Dengan keputusan Jokowi yang melibatkan Kemhan dalam program itu, maka TNI ikut terlibat langsung di program food estate yang akan menjadi cadangan logistik di Indonesia. Berdasarkan survei The Economist pada 2017, negara Asia tak lagi menjadi negara yang memiliki ketahanan pangan yang baik. Agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga, pemerintah mulai menggalakkan berbagai program. Salah satunya menyiapkan sebuah daerah menjadi lumbung padi nasional.

Di Jawa Barat, Indramayu yang tercatat seluas 204.011 Ha terdiri atas 110.877 Ha tanah sawah dengan irigasi teknis sebesar 72.591 Ha, 11.868 Ha setengah teknis 4.365 Ha irigasi sederhana PU dan 3.129 Ha irigasi non PU sedang 18.275 Ha diantaranya adalah sawah tadah hujan. Luas lahan pertanian yang dimilki Indramayu mencapai 54,35% dari luas wilayah. Memilki luas lahan yang besar akan memungkinkan untuk lebih bisa memaksimalkan produktifitas padinya.

Kepada Rakyat Cirebon, saat melakukan kunjungan kerja ke markas Kodim 0616/Indramayu, Kamis 23 Juli 2020. Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga K. SAP menjelaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah. Kunjungan kerja tersebut juga melihat kesiapan anggota TNI dalam menjaga keutuhan NKRI juga memantau program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh jajaran TNI

“Dimana kita sudah bisa swasembada pangan, kita ketahui kemarin pada saat pandemi Covid kan sangat menurun sekali yang namanya pangan. Nah, kemudian setelah pandemi ini diharapkan walaupun pada masa-masa pandemi ini kita harus bisa juga menyelenggarakan ketahanan pangan, walaupun pasif ya kita harus aktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga K. SAP mengungkapkan ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah sehingga pelaksanaanya harus sukses dan mampu berswasembada pangan.

“Program ketahanan pangan ini harus didukung oleh seluruh anggota TNI, meski perekonomian sedang lesu terkena imbas pandemic Covid-19 namun rakyat Indonesia mesti mampu swasembada pangan,” kata Danrem 063/SGJ.

Pelaksanaan program ketahanan pangan nasional harus di dukung teknis penanaman yang benar, salah satunya dengan sistem penanaman organik Bios 44. Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Korem 063/SGJ Cirebon ini didampingi Ketua Ketua Koorcab Rem 063 PD III Siliwangi Indah Yuliarti Elkines bersama rombongan itu disambut Dandim 0616 Letkol Czi Aji Sujiwo didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXVII Ny Iis Firdamayanti Aji Sujiwo, berkeliling meninjau lahan percontohan aplikasi formula bios 44 di Makodim 0616.

Bios 44 pertama kali diciptakan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo beberapa tahun lalu. Pembuatan Bios 44 oleh prajurit sebagai bentuk kontribusi TNI untuk negeri. Untuk diketahui, manfaat dari cairan berisi mikroorganisme itu dapat menyuburkan lahan tandus menjadi tanah subur.

Dalam risetnya, Bios 44 juga berfungsi mengembalikan tanah bekas tambang yang merupakan lahan terbengkalai menjadi lahan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Meski sebelumnya, ide awal munculnya Bios 44 untuk mencegah kebakaran pada lahan yang mudah terbakar terutama lahan gambut.

Namun atas temuannya itu, Bios 44 ini  selanjutnya berkembang dan  digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi subur. Sekarang temuan prajurit itu bisa digunakan untuk pengembangan budidaya perikanan dan menyuburkan tanah untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian.

“Semoga pemanfaatan lahan yang dikembangkan dengan aplikasi formula bios ini bisa menjadi pelopor,” harap pria lulusan AKMIL 1994.

Untuk diketahui, lahan yang ditanami padi dengan formula bios 44 Makodim 0616 Indramayu memiliki luas satu hektare. Adapun untuk tanaman jagung luasnya mencapai 2.100 M persegi. TNI AD berkomitmen terus mengawal program ketahanan pangan nasional tersebut.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga K. SAP menyambut baik adanya lahan percontohan yang dilakukan Kodim 0616 Indramayu. “Hal ini patut jadi contoh supaya menjadi pelopor dan bisa bekerja sama dengan petani Indramayu,” ungkap bapak dua ini.

Tampak Dandim 0616 Letkol Czi Aji Sujiwo bersama ratusan prajurit TNI di lingkungan Kodim 0616 Indramayu berdiri tegak di sepanjang pintu masuk guna menyambut kedatangan Danrem 063/SGJ.

”Ada tanaman jagung, padi, dan kangkung yang dikembangkan dalam program ketahanan pangan lestari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII,” jelas Aji Sujiwo kepada Danrem 063/SGJ di sela-sela kunjungannya ke Makodim 0616 Indramayu.

Selain itu, Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Elkines Villando Dewangga K. SAP mengunjungi industri Krupuk, dan melakukan penanaman benih ikan lele di salah satu tambak milik warga setempat.

“Banyak tambak ikan lele di desa ini yang merupakan bagian dari ketahanan pangan, ikan lele ini makanannya sisa dari pabrik krupuk, ini luar biasa, karena walaupun ada virus Covid 19, desa ini tetap produktif,” katanya saat mengunjungi pabrik krupuk di Desa Kenanga, Blok Dukuh, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Ia berharap bahwa apa yang telah dilakukan di Desa Kenang menjadi contoh di desa lainnya, agar bisa mensejahterakan masyarakatnya. “Harus menjadi contoh, untuk menjadi kampung tangguh, meski dengan kondisi apa pun tetap berproduksi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!