Danrem 063/SGJ Tutup TMMD 101

347
DITUTUP
DITUTUP. Danrem 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin saat memimpin upacara penutupan TMMD ke-101 tingkat Kodim 0616/Indramayu.

LELEA – Komandan Korem 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin secara resmi menutup rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 tingkat Kodim 0616/Indramayu, Kamis (3/5). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea itu menelan anggaran sebesar Rp1,9 miliar untuk pembangunan fisik dan non fisik.

Disampaikan Danrem Veri, kegiatan TMMD pada prinsipnya adalah kerjasama antara TNI, pemerintah daerah, serta pihak swasta dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Dan setelah seluruh rangkaiannya rampung dilaksanakan, diharapkan hasilnya dijaga dan diperlihara untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 30 hari sejak 4 April lalu tersebut, kekuatan personel yang diterjunkan sebanyak 250 orang, 150 orang diantaranya merupakan anggota TNI. Program TMMD dalam pelaksanaan kegiatannya menyasar skala prioritas diberbagai aspek pembangunan dengan menentukan lokasi yang dianggap paling tepat. “Ini berkat pemda dan jajaran stake holder juga. Ada kerjasama yang dijalin untuk membangun masyarakat,” jelasnya usai upacara penutupan di lapangan Desa Pengauban, kemarin.

Sementara Dandim 0616/Indramayu selaku Dansatgas TMMD, Letkol Kav Agung Nur Cahyono mengatakan, untuk pembangunan fisik yang berhasil dibangun diantaranya pengaspalan jalan desa dengan panjang 900 meter lebar 3 meter dengan sumber anggaran dari Banprov Jabar senilai Rp260 juta, pengerasan jalan sepanjang 900 meter lebar 3 meter dengan sumber anggaran dari Dinas PUPR senilai Rp200 juta, tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang 200 meter senilai Rp104,25 juta, rehab jembatan senilai Rp200 juta, PJU 23 titik dari Dinas Perhubungan senilai Rp75 juta, plesterisasi rumah sebanyak 10 unit dari Dinas Kesehatan senilai Rp14 juta, rehab 2 unit poskamling dari Satpol PP senilai Rp34 juta.

Pembangunan fisik berikutnya berupa perbaikan drainase sepanjang 67 meter dari DPKPP senilai Rp100 juta, jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) sepanjang 200 meter dari Dinas Pertanian senilai Rp100 juta, rehab 7 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) dari Baznas 5 unit senilai Rp37,5 juta dan 2 unit dari PLTU Sumuradem senilai Rp15 juta. Lainnya, rehab 4 unit mushola masing-masing 2 unit Kemenag senilai Rp10 juta dan dari 2 unit dari PT Pertamina senilai Rp20 juta, pemasangan 3 unit hidran umum dari PDAM senilai Rp40,75 juta. Serta rehab satu ruang dan gapura SD Cempeh II dari PT Pertamina senilai Rp20 juta.

Sedangkan kegiatan non fisik meliputi kegiatan donor darah dari PMI, pasar murah dari Dinas Ketahanan Pangan, pembuatan KTP oleh Disdukcapil, pelayanan KB oleh DPPKB, sosialisasi media sosial oleh Diskominfo, penanaman pohon oleh Dinas Pertanian, penyuluhan narkoba oleh Kantor Kesbangpol, pelatihan las litrik oleh Disnaker, sosialisasi trafiking oleh DPPPA, pelatihan industri rumah tangga oleh Diskopdagin, pelatihan pengolahan ikan oleh Diskanla, penyuluhan 10 program PKK oleh TP PKK, penyuluhan dan perlindungan sosial lansia oleh Dinsos, pelatihan ayam buras oleh Distanak, dan penyuluhan bencana alam oleh BPBD. (tar)