Darurat Air Bersih, Sungai Cimanuk Harus Dibuka

59
INDRAMAYU – Pemkab Indramayu mendesak Pemerintah Pusat untuk membuka aliran sungai Cimanuk, yang kini ditutup untuk penggenangan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Keberadaan aliran sungai itu menjadi satu-satunya harapan untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Indramayu.

bupati indramayu anna
Bupati Anna menyalurkan air bersih. Foto : Lazuardi/Rakyat Cirebon

”Kami mendesak Pemerintah Pusat untuk membuka sedikit aliran sungai Cimanuk untuk masyarakat Indramayu,” kata Bupati Indramayu, Anna Sophanah, saat ditemui di sela pemberian bantuan air bersih dari Pertamina RU VI Balongan di Desa Gelarmandala, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (6/10).

Anna mengatakan, sumber air bersih bagi masyarakat di seluruh daerah di Kabupaten Indramayu saat ini sudah habis. Begitu pula dengan air dari bendung Rentang, di Kabupaten Majalengka, yang menjadi pemasok utama air baku bagi PDAM Indramayu pun telah kering.”Masyarakat Indramayu saat ini kelabakan, sangat membutuhkan air bersih,” kata Anna.

Anna menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengenai permintaan pembukaan aliran sungai Cimanuk itu. Bahkan, Sekretaris Daerah (sekda), Ahmad Bahtiar, juga datang langsung ke Jakarta untuk menyampaikan permintaan tersebut pada pekan lalu.

Ditanya mengenai tanggapan dari Pemerintah Pusat terkait permintaan itu, Anna menyatakan, hingga kini belum terealisasi. Pemerintah Pusat hanya menjanjikan pekan ini akan mempertimbangkan permintaan tersebut.

Seperti diketahui, krisis air bersih melanda Kabupaten Indramayu sejak sebulan terakhir. Hal itu menyusul ditutupnya aliran sungai Cimanuk, yang merupakan sumber utama pasokan air baku PDAM Indramayu, untuk kepentingan penggenangan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang sejak 31 Agustus 2015.
Jumlah total pelanggan PDAM Tirta Darma Ayu mencapai 90.503 pelanggan. Dari jumlah tersebut, 76.746 pelanggan air bakunya berasal dari sungai Cimanuk yang kini sudah kritis.

Pada Senin (5/10) pagi, instalasi pengolahan air bersih (IPA) Lohbener milik PDAM bahkan sudah berhenti beroperasi karena ketiadaan pasokan air baku. Akibatnya, kebutuhan air bersih bagi ribuan warga di sembilan kecamatan tak bisa terlayani. Selain IPA Lohbener, IPA-IPA di seluruh lokasi lainnya juga sudah kritis.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih, Pertamina RU VI Balongan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 100 tangki air. Tangki yang masing-masing berkapasitas 8.000 liter itu disalurkan ke berbagai wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih di Kabupaten Indramayu.

GM Pertamina RU VI Balongan, Yulian Dekri menjelaskan, sebagai entitas bisnis dan BUMN, Pertamina mengemban amanah, tugas dan tanggung jawab untuk mengamankan pasokan energi. Namun, Pertamina juga tetap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar.

”Kemarau panjang telah membuat masyarakat di Indramayu sulit mendapat pasokan air bersih. Melalui program ‘BUMN untuk Negeri’, Pertamina menyumbang 100 tangki air bersih untuk masyarakat,” tandas Yulian. (laz)

BAGIKAN