Datangi Sanggar Kencana Ungu, DPRD Ponorogo Tawarkan Kerja Sama Budaya

Datangi Sanggar Kencana Ungu, DPRD Ponorogo Tawarkan Kerja Sama Budaya

RAKYATCIREBON.ID – Kesenian tari topeng Cirebon mampu menarik perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo. Selasa (1/9), rombongan yang dipimpimpin Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto SPd ini mendatangi Sanggar Seni Tari Kencana Ungu, Gunung Jati, Cirebon.

Kedatangan mereka dalam rangka menjalin kerja sama pengembangan budaya khas Ponorogo dan Cirebon. Di Sanggar Kencana Ungu, rombongan disambut Pendiri Sanggar, Elang Panji Jaya Prawira Kusuma serta sejumlah tokoh budaya Cirebon.

Elang Panji mengatakan, Sanggar Tari Kencana Ungu fokus mengajarkan tari topeng, tari wayang dan tari kreasi. Semua jenis tari topeng diajarkan disini. Mulai dari Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung dan Kelana.

Di usia Sanggar Kencana Ungu yang masuk 40 tahun, telah lahir banyak penari tradisional berprestasi bahwa ke tingkat internasional. Semua itu merupakan buah manis dari konsistensi Sanggar Kencana Ungu dalam mengajarkan tari kepada peserta didik.

“Di sanggar ini kami mengajarkan tari topeng, tari wayang dan tari kreasi anak. Alhamdulillah banyak peserta didik kami yang berprestasi hingga ke luar negeri membawa harus nama tari topeng ke tingkat internasional,” ungkap Elang Panji, kemarin.

Menurutnya, Sanggar Kencana Ungu terbuka dengan niatan DPRD Ponorogo yang ingin membuka peluang kerja sama pengembangan budaya. Pasalnya, di Sanggar Kencana Ungu terdapat ahli-ahli budaya sesuai bidangnya. Dari maestro tari, maestro wayang, sejarawan hingga pemangku upacara adat.

Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto SPd menjelaskan, di Ponorogo juga terdapat tari reog. Kesenian tradisional ini memang banyak dikenal luas di nusantara. Hal itu tak lepas dari peran Pemda Ponorogo dalam mengenalkan tari reog.

Sunarto melanjutkan, setiap 1 Suro dalam penanggalan Jawa merupakan hari jadi Ponorogo. Untuk memeriahkannya digelar Festival Reog yang mampu menyedot perhatian publik. Namun tahun ini Festival Reog ditiadakan. Lantaran dampak Pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, dalam upaya tetap mengenalkan reog ke kancah nasional, DPRD Ponorogo aktif berkunjung ke sanggar-sanggar seni di berbagai daerah. Termasuk Cirebon. “Biasanya setiap tahun kami mengundang daerah-daerah lain datang ke Festival Reog, tapi tahun ini kami yang jemput bola ke daerah-daerah untuk mengenalkan reog,” ujar Sunarto.

Tak hanya itu, Sunarto pun menawarkan kerja sama pengembangan kebudayaan. Pemda Ponorogo menyediakan pelatih tari reog yang siap melatih dimana pun tanpa pungutan biaya. Oleh karena itu, bagi sanggar-sanggar seni yang tertarik belajar tari reog bisa mendaftarkan diri untuk dikirimkan pelatih tari reog.

“Pemerintah dareah sudah menyiapkan semacam trainer yang diminta komunitas-komunitas di manapun dalam rangka pengembangan reog,

Harapan kita bersinergi antara kita dengan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon,” ujar dia.

DPRD Ponorogo tertarik berkunjung ke Cirebon. Karena Cirebon merupakan daerah pelestarian budaya. Kesenian tradisional masih tumbuh subur di Cirebon.

“Apalagi setelah kita runut, ternyata ada benang merah secara kesejarahan antara Kabupaten Ponorogo dan Cirebon. Kita berharap dalam jangka panjang ada kerja sama yang baik antara Ponorogo dan Cirebon,” tukas Sunarto. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!