Debat Kedua Tambah Durasi, Kandidat Walikota Tak Ingin Kursi Berjauhan

114
EFFENDI EDO. Calon Wakil Walikota nomor urut satu, Effendi Edo SAP MSi (kanan).

CIREBON – Sejumlah kritik dilayangkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon atas pelaksanaan debat publik calon walikota dan wakil walikota edisi perdana, Kamis (19/4) lalu, oleh dua pasangan calon (paslon), H Bamunas S Boediman MBA-Effendi Edo SAP MSi dan Drs Nashrudin Azis SH-Dra Hj Eti Herawati.

“Ada beberapa yang sudah kita sampaikan ke KPU tentang evaluasi kegiatan debat publik pertama. KPU juga akan memperbaiki semuanya,” ungkap Calon Wakil Walikota nomor urut satu, Effendi Edo, usai mengikuti rapat persiapan debat publik kedua, Jumat (27/4), di kantor KPU Kota Cirebon.

LEBIH BAIK. Calon Wakil Walikota nomor urut dua, Dra Hj Eti Herawati berharap agar pelaksanaan debat publik kedua akan lebih baik dibanding edisi perdana.

Edo menyebutkan, beberapa evaluasi yang disampaikan ke KPU diantaranya, mengenai penghitung waktu yang tidak tepat, ketertiban pendukung yang masuk ke lokasi debat publik, hingga tempat duduk antar kedua paslon yang terlalu jauh.

“Tempat duduk antar paslon yang terlalu jauh. Kenapa sih kita ini cuma dua pasang‎, kenapa tidak seperti saudara sendiri saja? Ini memang pertarungan, tapi pertarungan keluarga kan enak,” ujarnya.

Dikatakan Edo, mengenai kondusivitas pendukung di lokasi debat publik menjadi tanggungjawab bersama. Sehingga masing-masing paslon pastinya akan mengimbau pendukung untuk tertib saat menyaksikan langsung debat publik.

“Sebetulnya paslon nomor satu dan dua baik hati. Mengerti dengan tatanan demokrasi. Semuanya mengimbau, tentunya tetap menjaga kondusivitas dan etika dalam berdemokrasi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Edo juga turut menyoroti pertanyaan yang dibacakan moderator. Menurutnya, redaksi pertanyaan terlalu betele-tele. Semestinya, kata Edo, bisa disusun lebih simpel dan mudah untuk disampaikan.

“Materi yang kemarin memang pertanyaannya terlalu panjang, terlalu melingkar. Kita hanya ada dua paslon, sebetulnya simpel saja. Tidak usah melingkar jauh-jauh, tapi pertanyaannya hanya seperti itu,” katanya. Dia juga menegaskan siap untuk menghadapi debat publik kedua nanti.

Hal senada disampaikan Calon Wakil Walikota nomor urut dua, Hj Eti Herawati. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan KPU pada pelaksanaan debat publik kedua mendatang.

“Pada debat publik pertama secara keseluruhan sudah baik. Hanya saja beberapa hal perlu diperbaiki. Saya setuju, tempat duduk itu jangan terlalu berjauhan, agar lebih terlihat keakrabannya,” ungkap Eti.

Mengenai timer, juga perlu diperhatikan agar berbunyi di beberapa detik terakhir. Di samping, Eti juga mengapresiasi jika KPU hendak menambah durasi untuk paslon menjawab di setiap sesi debat publik.

“Saya kira, pasangan Azis-Eti akan mengikuti aturan yang ditetapkan. Kalaupun durasi akan ditambah, kita apresiasi itu. Mudah-mudahan debat publik kedua lebih baik lagi,” kata mantan wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu. Pihaknya juga mengaku siap menghadapi debat publik edisi kedua.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak menyampaikan, untuk debat publik kedua disepakati akan dilaksanakan hari Rabu tanggal 9 Mei mendatang, di dalam ruangan atau indoor. Mengenai lokasinya, belum dipastikan. “Sedangkan debat ketiga, waktunya belum kita tentukan. Karena masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Emir.

Dia mengaku, ada beberapa catatan berdasarkan cermatan KPU terhadap jalannya debat publik perdana yang lalu. Misalnya, pada saat pelaksanaan debat, diakui Emir, pihaknya juga terkejut ketika timer-nya tidak berjalan sesuai dengan semestinya.

“Mic juga, yang rencananya menggunakan wireles, akhirnya pakai mic biasa, itupun hanya satu. Bukan masing-masing paslon dua mic. Kita juga sudah mengevaluasi, mengundang EO yang bersangkutan,” tuturnya.

Mengenai redaksi pertanyaan yang dinilai bertele-tele, Emir menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi semua hal berkaitan dengan debat publik perdana, termasuk akan berkoordinasi dengan tim perumus pertanyaan. Agar menyampaikan dengan singkat, padat dan jelas,” kata dia.

Selain itu, Emir juga menyampaikan, durasi untuk menjawab pertanyaan bagi paslon akan ditambah dari durasi semula pada debat publik perdana. “Mengingat kemarin itu sangat sedikit. Sehingga substansi yang disampaikan paslon belum sampai, waktunya habis. Kita juga sedang memikirkan penambahan waktu di tiap sesi,” terangnya.

Termasuk mengenai moderator, Emir memastikan, pada debat publik kedua akan dipandu moderator yang berbeda dengan edisi perdana. Tapi sama-sama berasal dari luar Cirebon. “Moderator ‎yang akan memandu berbeda. Karena sudah disepakati, tiga kali debat menggunakan moderator berbeda. Tapi sama, dari luar kota semua,” katanya. (jri)