Dehan: Tidak ada Niatan Ambil Alih Acara Akampa

110
BERBINCANG.
BERBINCANG. Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu berbincang dengan salah satu pedagang mainan di kawasan car free day (CFD) Majalengka belum lama ini. Tim pemenang Syaikhu berkeyakinan kedatangan rombonganya di acara  Akampa hanya spontan dan tidak ada unsur kampanye.

MAJALENGKA – Komisioner Panwaslu kabupaten Majalengka Divisi Pelanggaran dan Penindakan, Alan Baroq Ulummudin MPd membenarkan adanya laporan dari pihak Akampa Universitas Majalengka.

Laporan tersebut terkait dugaan calon wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu yang menyerobot kegiatan Akampa dan melakukan kampanye.

“Laporannya sudah masuk. Kami akan periksa dan pelajari dulu apakah ada unsur pelanggaran disitu, baru kemudian jika ada pelanggaran kami proses,” ujar Alan kepada Rakyat Majalengka, Rabu (25/4).

Alan mengaku tidak mau berkomentar lebih jauh. Sebab pihaknya masih mempelajari laporan dari Akampa terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur Sudradjat-Akhmad Syaikhu (Asyik) tingkat kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto ST menilai adanya kegiatan mahasiswa pecinta alam yang dikunjungi oleh Cawagub Akhmad Syaikhu berlangsung spontan.

Pria yang akrab disapa Dehan itu mengungkapkan, tidak ada niatan untuk mengambil alih acara. Bahkan, tidak untuk numpang di acara tersebut.

Dehan yang juga menjabat anggota DPRD kabupaten Majalengka itu berencana bertemu dengan pihak anak kampus pecinta alam (Akampa) guna menyampaikan klarifikasi atas persoalan tersebut. Sehingga tidak ada lagi misskomunikasi.

“Saya kira cuma kesalah pahaman persepsi saja. Memang tidak ada rencana cawagub ke agenda Mapala. Tapi melihat di lapangan ada kegiatan positif oleh para mahasiswa cawagub kami spontan menyapa mereka, tidak ada maksud untuk mengambil alih agenda positif tersebut,” ujarnya, Rabu (25/4).

Bahkan pihaknya berencana menemui para mahasiswa tersebut untuk mengklarifikasi secara langsung, kalah perlu disaksikan oleh pihak KPU dan Panwaslu, supaya masalah kesalahpahaman ini clear.

Lebih lanjut ia menuturkan, rencana pertemuan tersebut jadwalnya menunggu pembicaraan di internal timnya kapan siap untuk dilaksanakan.

“Nanti kalau perlu kami agendakan bertemu langsung dengan teman-teman mahasiswa, mengklarifikasi langsung. Tapi sekarang saya lagi di luar kota, mau dibicarakan dulu dengan tim agenda pertemuan itu asiknya digelar kapan,” ujarnya.

Dirinya juga memastikan jika pada agenda spontan Ahmad Syaikhu menyapa kegiatan Mapala tidak ada unsur kampanye dan ajakan.  Akan tetapi hanya sebatas menyapa dan mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan para mahasiswa dalam memperingati hari lingkungan hidup, dan ini merupakan contoh yang bagus di kalangan generasi muda.

“Seingat saya dalam kegiatan tersebut juga tidak ada orasi dari cawagub Ahmad Syaikhu. Kemungkinan besar tidak mengandung unsur kampanye,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Anak Kampus Pecinta Alam (Akampa) Universitas Majalengka, Mona Indan Al-lawiyah menyayangkan terkait acara mereka yang ditunggangi kepentingan politik oleh salah satu calon wakil Gubernur Jawa Barat.

Dijelaskan Mona, kronologis kejadian bermula ketika pada Minggu (22/4) pada acara car free day (CFD) mereka mengadakan kegiatan yang bertepatan dengan hari bumi. Akan tetapi ketika dalam acara, tiba-tiba Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu beserta rombongan langsung ikut dalam kegiatan tersebut tanpa ada koordinasi sebelumnya dengan pihak panitia.

“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Padahal itu murni acara kami tanpa ada kepentingan pihak manapun apalagi kepentingan politik,” ujarnya.(hsn)