Dengar Curhatan Kader Posyandu, Bamunas: Kedepan Tak Lagi Kurang Anggaran

155
DATANGI POSYANDU. Calon Walikota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Boediman berdialog dengan para kader Posyandu saat blusukan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH

 KESAMBI – Dari agenda blusukan dan sapa warga yang terus dilakukan, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut satu, Bamunas S Boediman dan Effendi Edo juga terus mendapatkan hal baru serta mendengar curhatan warga. Curhatan yang disampaikan masyarakat itu dijadikan motivasi oleh Paslon Oke untuk semakin bersemangat mewujudkan pembaruan di Kota Cirebon.

Belum lama ini, dalam salahsatu agenda sapa warganya di Kelurahan Karyamulya, Paslon Oke mendengarkan curhatan salah seorang kader posyandu, dimana ia mengeluhkan minimnya perhatian untuk para kader di tingkat RW.

“Selama ini kami terus menjalankan program posyandu dengan segala keterbatasan pak, jangankan untuk ada imbalannya, untuk kebutuhan program juga kadang empot-empotan,” ungkap salahsatu kader di hadapan Bamunas.

Selain itu, ia juga mengeluhkan anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang biasanya diberikan dalam bentuk makanan berupa bubur kacang dan telur pada setiap pelaksanaan Posyandu. Selama ini, anggaran yang ada belum cukup untuk sampai memenuhi kadar gizi yang dibutuhkan balita dan lansia melalui program posyandu.

“PMT itu hanya sekitar Rp200 ribu, cukup nya buat apa, tapi ya tetap kami cukup-cukupkan, kami minta agar hal itu diperhatikan pak,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Bamunas menyampaikan, bahwa Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tingkat RW harus bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya balita dan lansia, sehingga perhatian terhadap mereka benar-benar harus diberikan.

“Keluhan dari kader Posyandu seperti ini saya dengar bukan hanya disini, tapi di beberapa RW lain juga ternyata sama. Maka dari itu, untuk mengantisipasinya, nanti saya dan Pak Edo akan menghitung per kepala, satu balita itu butuh berapa untuk bisa memenuhi asupan gizi, begitupun lansia,” ungkap Bamunas.

Tak hanya sampai disitu, perhatian pun harus sampai pada para kader posyandu, sehingga  kedepan tidak lagi ada program posyandu yang kekurangan anggaran, tapi kesejahteraan kadernya juga diperhatikan.

“Padahal kalau tidak ada posyandu, bagaimana gizi balita kita?? bagaimana lansia kita??, oleh karena itu, kedepan harus ada perhatian, bahkan kadernya pun harus digaji oleh pemerintah,” kata Bamunas. (sep)

BAGIKAN