Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris

657
GELEDAH.
GELEDAH. Sebuah rumah digeledah Densus 88 Mabes Polri terkait terduga teroris AS.

INDRAMAYU – Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kembali menangkap seorang terduga teroris di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (30/7). Sejumlah lokasi langsung menjadi sasaran penggeledahan, dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Dari keterangan yang dihimpun Rakcer, terduganya diketahui berinisial AS (31) warga Desa Kertawinangun. Penangkapan terduga yang terkait jaringan JAD Haurgeulis tersebut berlangsung tidak jauh dari kediamannya. Saat ditangkap, AS tidak melakukan perlawanan berarti. Dan dari hasil penggeledahan di rumahnya diamankan sejumlah barang bukti yang diantaranya ijazah, handpone, dan buku-buku tentang jihad.

Ketua RT setempat, Marni mengatakan, AS yang merupakan pribumi desa setempat diketahui kesehariannya sebagai pedagang asongan. AS ditangkap oleh sejumlah petugas berpakaian preman di depan warungnya. Namun selama ini tidak ada sikap AS yang mencurigakan, bahkan terkesan bermasyarakat. “Dia (AS, red) memang warga sini. Selama ini orangnya baik, tidak pernah ada masalah dengan warga. Makanya saya kaget waktu lihat dia (AS, red) ditangkap di depan warung saya,” ungkapnya.

Menurut dia, di rumah yang dihuni bersama isterinya itu tidak pernah terlihat ada kegiatan mencurigakan. Termasuk kumpul-kumpul maupun kedatangan orang-orang asing. “Tidak pernah ada kegiatan kumpul-kumpul di rumahnya. Pokoknya tidak mencurigakan,” kata dia.

Sementara itu, tim melanjutkan penggeledahan di sebuah rumah yang dihuni pula oleh AS bersama isterinya di Desa Manguntara, Kecamatan Kertasemaya. Dari penggeledahan itu diamankan sejumlah barang bukti yang dibawa petugas dengan menggunakan kantung kertas berwarna coklat.

Lurah desa setempat, Karih menuturkan, rumah yang digeledah petugas tersebut merupakan kediaman AS dan isterinya. Seingatnya, AS baru menempatinya sekitar 6 bulan terakhir. Bahkan keseharian AS pun tidak diketahuinya secara pasti. “Ini rumah isterinya. Orangnya jarang bergaul,” tukas dia. (tar)