Desakan Ganti Eeng Kian Kencang

4
Demokrat Tidak Pernah Rapat Bahas Pengajuan Eeng Jadi Calon Wawali

KEJAKSAN– Rencana Partai Nasdem “mengawinkan” Hj Eti Herawati dengan Bamunas S Boediman pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang, membuat desakan agar Partai Demokrat membatalkan pengajuan Eti Herawati jadi calon wakil walikota, kian deras.
politisi partai demokrat cecep suhardiman
Cecep Suhardiman SH. Doc. Rakyat Cirebon
Ketua DPC Partai Demokrat yang juga Walikota, Drs Nasrudin Azis SH diminta untuk membatalkan pencalonan politisi wanita yang akrab disapa Eeng Charli itu jadi calon wakil walikota (wawali).

Meski rencana Partai Nasdem memasangkan Eeng dengan Bamunas di Pilkada 2018 mendatang tak jadi persoalan bagi Partai Demokrat, tapi untuk memecah kebuntuan proses pemilihan wawali, Partai Demokrat lebih baik mengganti Eeng.

“Kalau kemudian Partai Demokrat mengganti calon yang disampaikan, maka sudah tidak ada alasan untuk tidak digelar pemilihan wakil walikota. Itu bagian dari solusi. Toh, kalau Golkar dan PPP menolak dengan alasan bahwa itu (Eeng Charli, red) bukan kader Demokrat atau partai pengusung, itu bisa dipahami,” ungkap Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Cecep Suhardiman SH MH.
Ditegaskan Cecep, mengganti usulan nama calon wawali menjadi solusi yang realistis untuk memecah kebuntuan yang terjadi.Walikota sebagai pihak yang bisa melakukan itu.

“Kebuntuan ini sebetulnya bisa dibuka. Kuncinya ada di walikota. Yaitu dengan walikota mengusulkan ulang calon wakil walikota, sebagaimana regulasi,” kata dia.

Ia menilai, penolakan Partai Golkar dan PPP terhadap Eeng Charli yang diusung Partai Demokrat sebagai hal yang wajar.

Mengingat, mengacu pada regulasi pun, diatur bahwa pengisian jabatan wawali menjadi hak partai pengusung.

“Saya melihat, dari posisi aturan yang ada, menjadi kewenangan partai pengusung. Demokrat mengajukan calon, Golkar mengajukan dan PPP juga mengajukan. Dan Demokrat juga sebenarnya lebih cenderung mengusulkan kader internal,” kata anggota dewan periode 2009-2014 itu.
Diakui Cecep, proses pengajuan Eeng Charli menjadi calon wawali oleh Azis, tidak melalui mekanisme rapat di DPC Partai Demokrat.

Padahal, mestinya tahapan itu dilakukan terlebih dahulu.

“Kalau rapat di DPC, belum pernah ada. Memang belum ada rapat khusus kaitan dengan itu (ajuan calon wawali, red). Makanya, kalau sekarang mentok, solusinya ajukan ulang calon wakil walikota dengan nama baru,” ujarnya.
Ditanya terkait sinyal dari Partai Nasdem yang tak memberi garansi bagi Demokrat untuk berkoalisi di Pilwalkot 2018 mendatang, Cecep menganggap, rencana itu tidak menjadi persoalan bagi Partai Demokrat.

“Persoalan Bu Eeng mau dicalonkan dengan Pak Oki (sapaan akrab Bamunas, red), itu urusan mereka,” kata dia.

Cecep balik menegaskan, Partai Demokrat pun belum tentu akan berkoalisi dengan Partai Nasdem untuk Pilwalkot 2018.

Karena, kata Cecep, rencana politik kerap kali meleset. Sehingga, pihaknya juga tak ingin berandai-andai untuk menjajaki koalisi dengan Partai Nasdem di Pilwalkot 2018.

“Kalau masih wacana, bisa saja berubah. Karena apapun yang dibicarakan saat ini, belum tentu berjalan mulus. Seperti halnya di pusat, komitmen KMP yang sudah ditandatangani, ketika terjadi perubahan kepengurusan, ada partai yang mengambil langkah lain. Karena politik itu bukan eksak,” tuturnya.
Yang pasti, lanjut Cecep, proses pemilihan wawali harus segera dilaksanakan. Posisi wawali jangan dibiarkan kosong terlalu lama.

Akan tetapi, dalam proses pengisiannya pun harus tetap mengacu pada regulasi, yaitu calon yang diajukan dari partai pengusung, dalam hal ini pengusung Ano Sutrisno (alm) dan Nasrudin Azis pada Pilwalkot 2013 silam.

“Kenapa tidak (digelar)? Karena sebagaimana hal yang sama terjadi di Kabupaten Bogor. Itu kan sudah dilakukan. Di Kota Cirebon, tinggal bagaimana keinginan walikota dan DPRD. Makanya, harus segera dilakukan pengisian. Jangan dibiarkan kosong,” katanya.
Sebelumnya, politisi Partai Nasdem Jawa Barat, H Yuyun Wahyu Kunia SE MBA mengendus upaya penjegalan terhadap langkah Hj Eti Herawati dalam pemilihan wakil walikota.

Menurutnya, penjegalan yang dilakukan pihak tertentu terhadap langkah politik Hj Eti Herawati atau yang akrab disapa Eeng Charli itu adalah bagian dari grand design yang dibuat dan dilakukan pihak itu untuk menghabisi karier politik Eeng, terutama menuju Pilwalkot 2018.

“Saya kira ada orang yang punya kepentingan suksesi di Pilwalkot 2018. Namanya juga planning, makanya dari sekarang dong. Saya tidak menyebutkan siapa pihak atau orang itu. Tapi yang pasti ada kepentingan atau ini bagian dari grand design untuk Pilwalkot 2018, karena ada yang saling membutuhkan,” tuturnya.
Makanya, kata Yuyun, bila Eeng batal diajukan sebagai calon wawali oleh Partai Nasdem, maka pihaknya akan segera menyiapkan strategi lain untuk Pilwalkot 2018.

“Kalau Eeng diganti, kita tentu harus punya strategi lain untuk 2018,” kata pria yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon itu.

Yuyun bahkan menyebutkan, Eeng berpeluang besar untuk diduetkan dengan figur lain. Ia secara terbuka menyebutkan nama Bamunas S Boediman.

Menurut Yuyun, bila Eeng diduetkan dengan Bamunas pada Pilwalkot 2018 mendatang, maka akan menjadi kekuatan besar. (jri)

BAGIKAN