Dewan Sebut Pembahasan RKA Main-main

7
Diberi Waktu Mepet, Komisi Tidak Sempat Pelajari Draf RKA dari Tiap SKPD

KEJAKSAN– DPRD Kota Cirebon saat ini sedang ngebut membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) bersama SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk penyusunan RAPBD 2016.  Kegiatan itu dimulai kemarin oleh masing-masing komisi di DPRD.
rapat dewan
Rapat RKA bersama SKPD. Foto : Nurul Fajri/Rakyat Cirebon
Hanya saja, sejumlah wakil rakyat justru dibingungkan dengan jadwal pembahasan RKA bersama SKPD. Pasalnya, jadwal yang diberikan kepada para anggota dewan untuk pembahasan RKA sangat sempit. Misalnya saja, salah satu komisi di DPRD harus membahas RKA dengan lebih dari tiga atau bahkan empat SKPD dalam sehari.
Bahkan, dewan hanya diberi waktu hanya satu jam untuk membahas RKA bersama SKPD. Kondisi itu membingungkan sejumlah anggota dewan. 
Hingga akhirnya, pembahasan RKA beberapa SKPD harus ditunda dari jadwal semula, yaitu kemarin. Tapi ada pula komisi yang memaksakan melakukan pembahasan RKA hingga malam hari.
Selain soal waktu yang sangat sempit, para penghuni Griya Sawala juga mengeluhkan mendadaknya draf RKA yang disusun masing-masing SKPD diterima dewan. Itu terjadi di hampir semua komisi. Padahal, anggota dewan menginginkan terlebih dahulu menerima draf RKA sebelum dibahas. Paling tidak, bisa mempelajari terlebih dahulu.
Hal itu seperti disampaikan Ketua Komisi C DPRD, H Sumardi. Seusai rapat pembahasan RKA bersama Dinas Kesehatan Kota Cirebon, ia mengaku, baru menerima draf RKA dari SKPD pada saat hendak rapat pembahasan. “Kita baru menerima draf juga tadi (kemarin, red) persis sebelum rapat dimulai. Malah, kopian draf itu baru dipotokopi di sini (setwan, red),” kata Sumardi, ditemui di Griya Sawala gedung DPRD.
Padahal, menurut Sumardi, seharusnya beberapa hari sebelum dilakukan pembahasan, SKPD terlebih dahulu menyampaikan draf RKA. Sehingga dewan bisa mempelajari terlebih dahulu.  “Ya paling tidak dua hari sebelum pembahasan, kita sudah menerima draf RKA-nya. Jadi kan bisa baca dulu,” ujarnya.
Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi B, Tommy Sofiana SH. Menurutnya, waktu yang diberikan kepada masing-masing komisi untuk melakukan pembahasan RKA terlalu sempit.  “Kita diberi jadwal untuk membahas RKA bersama SKPD hanya satu jam. Saya kira ini tidak logis,” kata Tommy.
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, pembahasan RKA seharusnya tak dilakukan hanya sekali. RKA sebagai cikal bakal RAPBD harus dibahas dengan matang dan serius. 
“Kalau hanya sekali, ya bagaimana? Sementara ini kan membahasnya anggaran. Harus teliti, cermat dan hati-hati,” kata dia.Tommy menganggap, pembahasan RKA tak lebih sekadar formalitas. Bahkan, ia menilai, prosesnya seperti hanya main-main. Karena dewan tak diberi kesempatan untuk mempelajari draf RKA yang disusun SKPD. 
“Seharusnya pembahasan RKA itu ya dua atau tiga bulan lah. Jangan dikebut begini. Kalau begini sih ya seperti main-main saja. Harusnya tidak begini lah,” kata legislator asal dapil III Kejaksan-Lemahwungkuk itu. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menangah (Disperindagkop UMKM) Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi menyampaikan, agenda pembahasan RKA bersama DPRD diundur. “Jadwalnya hari ini (kemarin, red), tapi diundur nanti hari Kamis pekan depan,” katanya. (jri)
BAGIKAN