Diduga Ada Jual Beli Jabatan, Luthfi: Jangan Buang-Buang Waktu

316
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Moch Luthfi MSi/Foto : Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon

RAKYATCIREBON.ID-Pelaksanaan rotasi dan mutasi jabatan dilingkungan pemerintah Kabupaten Cirebon diduga banyak bermuatan politis. Tidak murni, hasil asesment yang telah dilalui.

Utamanya, masih memprioritaskan “bisikan” mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra MSi. Pasalnya, diduga hasil asesmen dan penilaian tim asesor tidak diimplementasikan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Moch Luthfi MSi mengaku tidak mempersoalkannya. Karena hal itu sudah biasa. ” Ini Indonesia Bro, Indonesia,” ucapnya ke sejumlah awak media, Kamis (2/4).

Menurutnya, mutasi dan rotasi itu sudah menjadi keharusan di era pemerintahan Bupati, Drs H Imron MAg. Banyak kekosongan jabatan, yang berimbas pada kelesuan kinerja ASN. Ketika dibandingkan dengan pelaksanaan rotasi dan mutasi diera pemerintahan sebelumnya, ritmenya terbilang cukup rapat. “Sementara saat ini beliau baru mau melaksanakan,” kata politisi PKB itu.

Secara garis besar kata Luthfi, pihaknya tidak mempermasalahkan pelaksanaan mutasi yang jadwalnya akan dilaksanakan besok, Jumat (3/4). ” Mau mutasi, ok. Kapan mutasinya, segera jalan. Yang penting sekarang, segera bekerja. Pemerintah mau mutasi boleh, mau tidak pun boleh,” tegasnya.

Utamanya lanjut Luthfi, segera siapkan rencana kerja untuk lima tahun kedepan. Karena, masyarakat menunggu gebrakan langkah dari pemerintah. Terlepas, dari apapun. Karena lanjut Luthfi, ada hal prioritas dan mendesak.

” Kita harus mempioritaskan skala prioritas. Apa yang harus kita selesaikan. Jangan sampai karena menuntut kesempurnaan, kita melewatkan waktu. Akhirnya kita tidak bisa apa-apa nantinya,” ucap Luthfi.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad MSi, menuding Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg merupakan kepanjangan tangan dari Bupati sebelumnya, Sunjaya Purwadisastra. Pelaksanaan rotasi mutasi kali ini, masih serat dengan dugaan jual beli jabatan. Dirinya siap membuktikan.

Mengingat, hasil assesmen yang telah dilaluinya, tidak diimplementasikan. Abraham “dikurung”, dibuang menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian. Padahal, dari hasil asessmen lelaki berbadan gempal itu, mengaku diproyeksikan untuk mengisi salah satu dari tiga dinas. Yakni Dinas PUPR, DPMPTSP dan Disnakertrans.

” Ternyata dari undangan yang saya terima saya di staf ahlikan. Itu tidak sesuai dengan hasil asesmen. Tunggu saja tanggal mainnya. Kita akan PTUN kan bupati Imron,” pungkasnya. (zen)