Dinkop Ancam Tutup Koperasi Tak Berizin

4
Kehadiran KSP dan UPS Harus Bisa Ringkankan Ekonomi Rakyat

SUMBER– Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop dan UMKM) akan memberi sanksi penutupan bagi koperasi yang  memenuhi perizinan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon Drs Abraham Mohamad MSi dalam kegiatan bimbingan dan pengawasan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Usaha Simpan Pinjam (USP) yang dihadiri pengurus KSP/USP se-Kabupaten Cirebon, kemarin.

abraham mohammad cirebon
Abraham Mohammad (berdasi). Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Dikatakan Abraham, tidak ada pengecualian untuk seluruh KSP/USP yang membuka cabang ataupun berkantor pusat di Kabupaten Cirebon harus mengikuti aturan yang ada. “Dalam hal ini harus memiliki izin sesuai dengan peruntukannya,” tandasnya kepada Rakyat Cirebon. Izin tersebut, ungkap Abraham, meliputi akta pendirian koperasi, surat izin buka cabang atau izin operasional dan surat izin usaha simpan pinjam.

Ditegaskan Abraham, bahwa bagi setiap KSP/USP yang melanggar ketentuan tersebut, pihaknya akan memberikan teguran secara tertulis untuk segera melengkapi perizinan. Namun, sambung birokrat yang terkenal vokal ini, ketika teguran tidak dihiraukan maka sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Dinas Koperasi dan UMKM akan menutup KSP/USP yang setelah diberikan peringatan masih belum juga melangkapi perizinan.“Kami punya kewenangan untuk menutup koperasi yang bendel dan tidak melengkapi perizinanya,” terangnya.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, Abraham juga mengatakan, agar KSP/USP tidak mempersulit proses pengajuan pinjaman masyarakat.Pasalnya, kembali lagi kepada prinsip awal koperasi dimana untuk menyejahterahkan anggotanya.Ditekankan Abraham, hadirnya KSP/USP juga harus membantu meringankan beban masyarakat dalam hal ekonomi atau membutuhkan bantuan dana untuk usaha mereka.“Untuk pemberian pinjaman saya sarankan untuk tidak mepersulit masyarakat,” pungkasnya. (caz/mgg)

BAGIKAN