Disdik Kabupaten Cirebon Nilai Panitia Pilwu Bangodua Lebay

4
Ijazah Asli Balon Kuwu Diminta Tidak Dianggap Palsu

SUMBERDinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon menyayangkan sikap panitia pemilihan kuwu (Pilwu) Desa Bangodua Kecamatan Klangenan, yang menyatakan salah satu bakal calon kuwu menggunakan ijazah palsu. Padahal, pada Disdik nama yang dimaksudkan panitia terdaftar begitupun ijazah yang digunakannya adalah asli.

Disdik Kabupaten Cirebon. Image by dprd-cirebonkab.go.id

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Ernedin pada Rakcer saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (29/9). “Panitia kan tidak memiliki wewenang untuk menyatakan hal itu. Yang berhak ya kami misalnya, untuk PNS ya BKPPD. Jadi menurut saya berlebihan, apalagi memang kenyataannya tidak benar,” tegasnya kepada Rakyat Cirebon.

Ernedin juga menegaskan ijazah yang digunakan Muhamad adalah benar asli. Karena pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan terdaftar, begitupun saat dicek di Disdik.

“Saya luruskan ya, jadi ijazah yang digunakan Muhamad itu benar asli. Adapun nomornya berbeda itu wajar, karena semua ijazah saat ini seperti itu,” terangnya.
Dijelaskan, berbeda dengan ijazah dulu antara nomor Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN) dan ijazah sama, karena yang mengeluarkan satu perusahaan. Namun saat ini terdapat dua perusahaan yang menangani hal itu, sehingga nomornya berbeda. Hal ini berlaku pada sekolah formal lainnya juga, seperti SLTA dan SLTP.

“Memang seperti itu, meski nomornya beda tapi ini asli. Semuanya juga seperti ini sekarang sih,” tuturnya.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Drs H Asdullah Anwar juga menyatakan hal sama, bahwa ijazah yang digunakan salah satu balon di Desa Bangodua setelah diperiksa ternyata asli. “Sebagai panitia seharusnya tahu tupoksinya kan, masa masalah ijazah panitia bisa berkomenar seenaknya. Harus dicek dulu kebenarannya, hasilnya kan memang asli,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang diketahui menggunakan ijazah palsu. Disdik tidak akan segan mengeluarkan surat yang menyatakan ijazah yang digunakan adalah palsu.“Ya jelas, kalau memang palsu. Kita keluarkan surat yang menyatakan hal itu,” tegasnya. (ari)

BAGIKAN