Disperindag Minta Pedagang Ikut Promosikan Pasar Batik

CIREBON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon menginginkan adanya kebersamaan dalam memajukan Pasar Batik Trusmi yang telah berdiri. Termasuk dalam hal promosi, Disperindag juga meminta kepada para pedagang ikut melakukan sosialisasi untuk mendatangkan pengunjung.

pasar batik cirebon
Pasar Batik Cirebon. Foto : Yoga Yudisthira/Rakyat Cirebon

Hal tersebut dikatakan Kepala Disperindag, Erry Ahmad Husaeri kepada Rakcer, Senin (14/9) usai mengikuti agenda di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.
Erry menegaskan, pihaknya selama ini tidak kurang dalam melakukan sosialisasi untuk memasarkan keberadaan pasar batik kepada masyarakat. “Kita sudah seringkali melakukan sosialisasi. Tidak kurang kita dalam melakukan itu,” ujar Erry.

Namun, Erry pun mengungkapkan, pihaknya masih mengalami kendala dalam anggaran saat hendak melakukan promosi secara signifikan. Kendala ini sendiri, dianggap Erry sebagai suatu hal yang wajar dalam suatu pemerintahan.
“Kalau pemerintah ini kan terbatas oleh anggaran. Seperti kita punya rencana buat billboard juga terkendala tidak adanya anggaran sehingga belum terlaksana,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Erry meminta kepada semua pihak untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan sosialisasi. Dengan kerjasama, Erry meyakini keberadaan Pasar Batik Trusmi akan lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Janganlah menyerahkan semuanya ke pemerintah. Kalau memang mereka bisa sosialisasi sendiri itu lebih baik karena bisa membantu untuk mendatangkan pengunjung. Saya juga berharap semua unsure di pasar batik, sama-sama memajukan pasar ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Batik Trusmi yang ditujukan untuk menampung para pengrajin batik untuk memasarkan sendiri hasil karyanya diketahui hanya ramai saat akhir pekan saja. Apabila hari biasa, maka pengunjung di Pasar Batik Trusmi ini sepi dan bisa dikatakan tanpa aktifitas.
Pantauan Rakcer, Minggu (13/9), kondisi pasar terlihat ramai oleh pengunjung. Salah satu indikatornya yakni dengan berderetnya beberapa kendaraan baiok roda dua maupun roda empat di areal parkir pasar.

Begitu wartawan mencoba melihat langsung ke dalam lokasi pasar, cukup ramai pengunjung tengah mencari maupun menanyakan bermacam jenis hasil karya para pengrajin mulai dari atasan hingga bawahan.

Ramainya pasar saat akhir pekan ini dibenarkan oleh penjaga pasar maupun pedagang yang berada di dalam pasar. Mereka mengatakan, promosi pasar batik ini masih kurang sehingga para wisatawan masih memilih untuk mengunjungi beberapa gerai batik yang berada di sekitaran Jalan Trusmi dan bukan ke pasar batik.(yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!