Ditolak SP Pertamina Jadi Komut, Ahok: Dia Nggak Tahu, Saya Lulusan S3 Mako Brimob

47
Menteri BUMN Erick Thohir berjabat tangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kementerian BUMN

RAKYATCIREBON.ID-Penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), sempat diwarnai berita soal penolakan oleh Serikat Pekerja (SP) di BUMN yang mengurus minyak dan gas bumi negara itu.

Namun, Ahok menanggapinya dengan santai. “Ya, dia belum kenal saya kan,” ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11).

 “Dia nggak tahu, saya sudah lulusan S3 dari Mako Brimob,” imbuh eks gubernur DKI Jakarta itu sambil cengengesan.

Terkait hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pro dan kontra adalah hal biasa. Namun, ia meminta Ahok diberikan kesempatan untuk bekerja.

“Saya rasa, pro kontra itu tidak hanya di Pak Basuki. Mungkin, saya sendiri juga ada pro kontra. Pak Chandra (Hamzah, calon Komut BTN) juga ada pro kontra. Yang penting kan begini, kasih kesempatan kita bekerja, dan lihat hasilnya,” tegas Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).

Dia meminta pihak-pihak yang menolak Ahok, agar jangan suudzon atau berburuk sangka terlebih dahulu.

“Kadang-kadang, kita suudzon orang begini, orang begitu tanpa melihat hasil,” sambung Erick.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga melihat penolakan Ahok sebagai Pimpinan Pertamina tersebut bernuansa politis.

“Sudah kami diskusikan. Itu lebih banyak politisnya, ketimbang urusan teknis. Jadi, kami berharap teman-teman Pertamina terima-lah,” imbau dia, di Jakarta, Kamis (21/11).

Arya memastikan, Kementerian BUMN tidak akan menabrak regulasi apa pun, bila mengangkat Ahok jadi petinggi BUMN. “Pokoknya kami tidak melanggar aturan,” tegas Arya. (rmco)

BAGIKAN