Dorong Minat Baca, Komunitas Sosial Inovasi Gerobak Pusling

12
INOVASI. Suasana saat operasional gerobak perpustakaan keliling di pelosok desa.
RAKYATCIREBON.CO.ID  – Tergerak atas kondisi dan keprihatinan terhadap perkembangan jaman, komunitas sosial gabungan di Kecamatan Jatibarang merealisasikan sebuah inovasi. Dengan membuat gerobak perpustakaan keliling (pusling) yang dilengkapi berbagai buku bacaan, inovasinya diharapkan bisa mendorong minat baca di masyarakat yang dipandang mengalami penurunan.
Digagas sejumlah relawan yang tergabung dalam Komunitas Lentera Selawe dan Komunitas Peduli Pilangsari (KOPPI), gerobak pusling sudah dioperasionalkan sejak 3 pekan lalu. Tak hanya menyediakan buku bacaan, relawannya mengajari membaca bagi anak-anak yang belum bisa maupun yang masih mengeja.
Salah satu penggagas, Asmui Setiawan SKom mengatakan, ide dan gagasannya muncul sejak lama, namun karena terkendala berbagai hal realisasinya baru bisa diwujudkan saat ini. Pada mulanya, dalam diskusi dan silaturahmi rutin dua komunitas tersebut membahas penyikapan terhadap kondisi terkini dan pengaruh internet. 
“Kami selalu memanfaatkan waktu luang untuk bersilaturahmi dan diskusi ringan. Lalu kami menyikapi pengaruh perkembangan teknologi dan internet, kami melihat minat baca khususnya pada anak-anak berkurang. Ini karena yang sering dipegang adalah gadget, salah satunya terlena dengan game yang sangat mudah diakses,” jelasnya, Minggu (3/11).
Sehingga para relawan bersepakat untuk menghadirkan media baca dalam bentuk gerobak pusling. Dengan sumber dana yang dihimpun secara swadaya, 1 unit gerobak pusling berhasil dimiliki. Meski masih menggunakan sepeda motor pribadi milik relawan untuk menariknya, namun operasionalnya dilakukan secara maksimal. 
“Ada andil donatur juga. Kami ingin ada beberapa unit lagi agar bisa menjangkau semua sasaran programnya,” terang Asmui.
Sakam AMd Kep yang juga penggagas menuturkan, keprihatinannya timbul ketika melihat anak-anak sudah tidak lagi gemar membaca yang dipengaruhi perkembangan tekonologi terakses internet. Kebanyakan anak-anak memanfaatkan perkembangannya hanya untuk bermain game, bukan untuk menunjang kegiatan belajarnya. “Kami tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Makanya kami memilih membuat perpustakaan keliling minimal untuk di desa kami,” kata dia.
Diakuinya, diawal-awal operasional sudah mendapat respons meski belum terlihat antusias. Ia menganggap sebagai kewajaran, karena masyarakat memiliki cara pandang dan berpikir berbeda-beda. Namun ia tetap berkomitmen bersama para relawan untuk mengoptimalkan program tersebut. 
“Dalam setiap operasional, kami selalu menyediakan doorprize berupa buku tulis untuk yang membaca dan ada hadiah untuk yang bisa menjawab pertanyaan seputar buku yang dibacanya,” sebut dia.
Mewakili Komunitas Lentera Selawe, Suro Suwarno menyampaikan harapan dengan program tersebut dapat menumbuhkan kembali dan mendorong minat baca di masyarakat, khususnya anak-anak. Ia pun meyakini, dengan membaca dapat menambah ilmu dan pengetahuan.
“Kami yakin sangat bermanfaat. Untuk sementara jumlah bahan bacaannya memang masih minim, mudah-mudahan nanti bisa bertambah banyak,” pungkasnya. (tar)
BAGIKAN