DPRD Didesak Panggil Direksi PD Pasar

Ubah Sistem Pengelolaan Pasar Jagasatru agar PAD Lebih Optimal

KESAMBI– Proses pembangunan sekaligus pengelolaan Pasar Jagasatru yang dilimpahkan sepenuhnya ke investor disesalkan berbagai pihak.Seperti disampaikan Ketua DPC LSM Penjara Kota Cirebon, Agung Sentosa, kemarin.

pasar jagasatru kota cirebon
Pasar Jagasatru Kota Cirebon. Foto : Murul Fajri/Rakyat Cirebon

Menurutnya, langkah PD Pasar yang menyerahkan pengelolaan kepada investor, keliru.  “PD Pasar lebih baik mengelola sendiri. Agar ada PAD untuk Kota Cirebon dari Pasar Jagasatru,” ungkap Agung kepada Rakyat Cirebon.Ia menambahkan, untuk pembangunan pun seharusnya PD Pasar yang melakukan dengan menggunakan APBD, baik kota maupun provinsi bahkan bila dimungkinkan bisa meminta bantuan ke APBN.

“Adapun nanti yang menggarap pembangunan itu pihak ketiga, tidak masalah. Selagi itu berdasarkan hasil lelang. Untuk anggaran bisa dari APBD maupun APBN,” kata dia.Dengan begitu, lanjutnya, PD Pasar dapat melakukan pengelolaan terhadap Pasar Jagasatru. Utamanya, uang sewa kios dan los para pedagang bisa dikelola PD Pasar yang akhirnya menjadi PAD bagi Kota Cirebon.

“Kalau sekarang pengelolaan itu dilakukan investor, Pemerintah Kota Cirebon dapat apa? Hanya bangunan Pasar Jagasatru nanti setelah 25 tahun masa kontrak habis,” ujarnya.Selain itu, Agung menyoroti proses penyerahan Pasar Jagasatru ke investor yang dilakukan tanpa lelang. “Itu kan nominalnya besar. Meskipun benar itu dibiayai penuh oleh investor, tapi prosesnya harusnya dilelangkan,” katanya.

Oleh karena hal itu, pihaknya mendesak agar DPRD Kota Cirebon segera bergerak cepat, memanggil direksi PD Pasar untuk dimintai klarifikasi. Bila perlu, lanjutnya, dibuat perjanjian ulang yang lebih menguntungkan Pemerintah Kota Cirebon.“Kita minta DPRD untuk memanggil direksi PD Pasar terkait persoalan Pasar Jagasatru. Misalnya, untuk mengatur terkait sistem pengelolaan,” katanya.Diberitakan sebelumnya, tambahan biaya untuk huk sebesar Rp1 juta yang dikenakan kepada pedagang Pasar Jagasatru dipastikan batal.

Rencana itu dihapuskan berdasarkan kesepakatan antara pedagang dan investor. Para pedagang, meskipun memiliki huk atau permukaan kios lebih dari satu, dibebaskan dari biaya tambahan.
Hal itu disampaikan Koordinator Tim 11 bentukan pedagang, Nono Hartono, saat ditemui di kantor PD Pasar Kota Cirebon, kemarin.Diakui Nono, pada awalnya pihak investor akan mengenakan biaya tambahan Rp1 juta bagi kios yang memiliki permukaan lebih dari satu.

“Memang awalnya diminta, itu juga tidak dipaksakan. Dan itu juga baru wacana investor. Itupun kalau pedagang setuju. Kalaupun tidak, juga tidak masalah. Karena pada prinsipnya pedagan sih ingin segera pindah ke pasar permanen,” ungkap Nono.Namun demikian, setelah dilakukan musyawarah bersama pedagang, rencana penambahan biaya itu dibatalkan. Termasuk untuk kios pun, bila memiliki permukaan lebih dari satu, dibebaskan dari biaya tambahan. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!