Dua Mahasiswi IAIN Cirebon Ikuti KKN Nusantara

Dua Mahasiswi IAIN Cirebon Ikuti KKN Nusantara

RAKYATCIREBON.ID – KKN Nusantara adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam skala Nasional yang mana diikuti oleh mahasiswa dari berbagai PTKIN yang ada di Indonesia.

KKN Nusantara ini merupakan program kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tentang Kolaborasi Pengembangan Model Perguruan Tinggi Membangun Desa Melalui Program Pengabdian Masyarakat.

KKN Nusantara di Nusa Tenggara Timur akan di kordinatori oleh UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendaftaran dan Penyeleksian dilaksanakan oleh LP2M di setiap PTKIN, masing-masing perguruan tinggi mengirimkan mahasiswa/i terbaik dikampusnya.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan penyeleksian mahasiswa yang akan mengikuti KKN Nusantara, dari seleksi berkas, karya tulis, interview, hingga hafalan Al-Quran dilakukan untuk menentukan mahasiswa yang berhak mengikuti KKN Nusantara, hingga akhirnya terpilih 2 mahasiswi yang akan melaksanakan KKN Nusa Tenggara Timur yakni Maulidia Safitri dari Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Wiwin dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Ahmad Yani MAg memberikan semangat dan support kepada mahasiswa yang terpilih dan lolos seleksi.

“Kalian harus tetap kompak dan selalu menjaga nama baik almamater. Jangan pernah lelah untuk belajar dimanapun kalian berada. Be a good student, good attitude, so great your self,” ujarnya Selasa (10/2).

Sebanyak 62 mahasiswa terbaik dari berbagai UIN, IAIN dan STAIN seluruh indonesia yang merupakan peserta KKN Nusantara beserta Kapusnya, berkumpul di Asrama Haji Kupang Nusa Tenggara Timur. Asrama Haji itu terletak di Jl. Amabi No. 7, Oebufu, Kec. Oebobo untuk melaksanakan apel pembukaan KKN Nusantara dengan tema Peace Building mewujudkan moderasi beragama dalam membangun Indonesia dengan metode ABCD (Asset Based Community-Driven Development).

Acara ini langsung dipimpin oleh Direktorat Tinggi Keagamaan Islam, Prof Dr Arksal Salim GP M Ag. NTT merupakan Nusa Terindah Toleransinya dan itu merupakan salah satu alasan mengapa kita ditempatkan di NTT.

Karena NTT mendapat nilai KUB (Kerukunan Umat Beragama) 81,1, yang berada ada urutan ke 2 se-Indonesia setelah Papua Barat dengan nilai KUB sebesar 82,1.

“Tiga hari di Asrama Haji, kami mendapatkan pembekalan mengenai metode ABCD oleh Bapak Fatikhul Himami MSi dan Hernik Ferisia MPdI Metode ABCD atau Asset Based Community-Driven Development merupakan suatu pendekatan untuk meberdayakan masarakat melalui sikap kolaboratif dengan memfokuskan pada mencari, menemukan dan mengembangkan asset atau potensi yang dimiliki oleh masyarakat,” tambah dia.

Adapun jenis asset terbagi menjadi 7, yakni asset bakat dan keterampilan individu, asosiasi dan jaringan sosial, institusi lokal, fisik, sumber daya alam, sumber daya keuangan dan sosial budaya.
Setelah pembekalan, pada tanggal 11 Januari 2020, kami beranjak dari tempat pembekalan menuju Kecamatan Sulamu.

“Di sanalah tempat mahasiswa kKN tempati untuk melakukan KKN dan mengimplementasikan metode ABCD yang sudah dibekali pada pembekalan kemarin. Sebanyak 62 mahasiswa yang terbagi menjadi 7 kelompok, diterjunkan ke 7 desa yang ada di kecamatan sulamu. Desa Oeteta adalah salah satu desa yang akan ditempati untuk kami mengabdi kepada masyarakat,” tambah dia.

Salah satu Asset SDA yang dimiliki oleh desa ini, yakni lahan jagung dan padi, jambu mete, laut, tambak garam, peternakan, dan lahan kelor. Selain sumber daya alam yang sangat kaya, asset sosial budaya yang dimiliki oleh masyarakat NTT khususnya Desa Oeteta kecamatan Sulamu yakni toleransinya yang sangat tinggi.

Walaupun berbeda agama, tetapi masyarakat bisa hidup berdampingan. Tidak heran jika disini antara muslim dan non muslim bisa hidup rukun, hidup dengan tenang dan nyaman. Jika ada perayaan diagama islam ataupun Kristen, pasti saling satu sama lain saling mengundang. Seperti halnya jika perayaan natal tiba, pasti umat muslim diundang untuk menyembelih sapi atau kerbau yang akan dimakan untuk pesta, agar umat muslim juga bisa memakannya.

Selain itu, umat muslim juga dipersilahkan untuk mengolah makanan yang akan disajikan untuk pesta agar ketika perayaan, umat muslim dan umat kristiani bisa makan bersama. Begitu juga ketika umat muslim merayakan Idul Fitri atau Idul Adha, pasti umat kritiani ambil bagian dalam perayaan tersebut. Dan ketika Idul Adha umat kristiani, pasti mendapat bagian daging dari umat muslim.

Christo V. Luirome, salah satu anggota FKUB (Forum Kounikasi Umat Beragama dari agama Kristen protestan) mengatakan, perbedaan adalah kekuatan.

“Tugas kita adalah menyatukan perbedaan menjadi kekuatan. Semua orang yang bernafas itu sama dihadapan Tuhan. Katong punya agama, kita belakangkan dulu. Yang nomor 1 tetap kesatuan dan persatuan,” jelas dia. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!