Duar… Pabrik Petasan Meledak

33
Satu Pekerja Sekarat, Warga Sekitar Tutup Informasi ke Polisi

JATIBARANG – Sebuah pabrik petasan berkelas home industri di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, meledak pada Senin (14/9) pagi. Insiden ini nyaris merenggut nyawa seorang pekerjanya yang dikabarkan mengalami luka bakar serius disekujur tubuhnya dan patah tulang.

pabrik petasan meledak
Pabrik petasan meledak. Foto : Tardiarto Azza/Rakyat Cirebon

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 di bagian belakang rumah milik Suryadi (80) di Blok Kebon Kopi RT 17/05, Desa Lobener Lor. Sebelum terjadi ledakan dan kobaran api yang menghanguskan sebagian bangunan permanen itu, salah seorang anak pemilik pabrik, Sumarno (38) meracik bahan baku berupa serbuk berbagai jenis untuk membuat petasan dan kembang api.

Diduga terjadi gesekan pada serbuk yang diaduk, ledakan hebat kontan terjadi disusul kobaran api.Keluarga korban dan sejumlah tetangga yang mendengar ledakan segera mendatangi sumber suara. Dengan memanfaatkan air dan alat seadanya, kobaran api berhasil dipadamkan beberapa saat kemudian.

Bersamaan dengan itu, korban yang ditemukan terkapar dan mengalami luka bakar serius diantara puing langsung dievakuasi untuk dilarikan ke rumah sakit. Selang beberapa lama, sejumlah polisi dari Polsek Jatibarang dan Unit Inafis Polres Indramayu tiba di lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan serta olah TKP.

Ketika itu, suasana di lokasi kejadian sudah sepi, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian memilih menutup pintu rapat-rapat. Kalau pun ada, warga bersikap seolah tidak tahu meski peristiwanya menggegerkan.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kapolsek Jatibarang, Kompol Ajang Anwar Mustofa membenarkan telah terjadinya peristiwa ledakan di sebuah rumah merangkap tempat pembuatan petasan dan kembang api di wilayah tugasnya.

Selain mengakibatkan rusaknya sebagian bangunan, seorang korbannya menderita luka bakar serius. “Informasi sementara, anggota kami yang mencari keberadaan korban mendapatkan kabar ada 1 korban luka dan sekarang masih dirawat di RS PMC Sindang. Korban alami luka bakar 100 persen atau seluruh tubuh. Kemudian jari kelingking tangan kiri dan kaki kiri patah tulang,” jelasnya kepada Rakyat Cirebon.

Akibat kejadian itu, kerugian materi diperkirakan sekitar Rp15 jutaan. Hingga berita ini ditulis, rumah tempat kejadian perkara masih dipasangi garis polisi dan terlihat sepi. Meski demikian pihak kepolisian terus mendalami kasusnya untuk menyimpulkan penyebab pasti pabrik petasan meledak. (tar)

BAGIKAN