Edi Gantikan Posisi Ason Sukasa

49
Priyo Terima Hasil Musda tapi Tidak Sreg dengan Kepengurusan

SUMBER – H Edi Mulyadi SE, akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon dalam musyawarah daerah (musda) di Gedung DPD Partai Golkar, Sabtu (12/9) lalu.

Musda DPD Golkar Kabupaten Cirebon. Foto : Ahmad  Asari/Rakyat Cirebon

Edi menyisihkan saingan utamanya Sunandar Priyowudarmo yang merupakan anak dari Ketua Demisioner Partai Golkar Kabupaten Cirebon, H Ason Sukasa SmHk.  Dari 32 suara, Edi meraih 18 dukungan dan Priyo hanya meraih 12 suara. Sedangkan, 2 suara lainnya memilih abstain. Dengan begitu, Edi berhak memimpin partai berlambang pohon beringin itu hingga lima tahun mendatang.


Pantauan wartawan Rakyat Cirebon di lapangan menyebutkan, pelaksanaan musda berjalan dengan aman dan lancar.  Hal ini terlihat, untuk menyelesaikan rangkaian persidangan tidak membutuhkan waktu lama. Dimulai tepat pukul 09.00 dan selesai penghitungan suara pada pukul 15.00. 


Meskipun persaingan terlihat jelas, namun kedua calon tetap terlihat akrab. Bahkan, pada saat paduan suara menyayikan lagu gembira, keduanya maju kedepan dan berjoget bersama sembari bergandengan tangan. 


Ketua terpilih, Edi Mulyadi saat ditemui usai pelaksanaan musda mengatakan, ia berjanji akan mengemban amanah yang diberikan oleh PK-PK dengan baik. 
Bahkan, Edi sudah menyiapkan sejumlah agenda untuk membenahi partai, salah satunya adalah suksesi konsolidasi. 


“Kedepan kita akan lakukan suksesi konsolidasi, karena pada saat kita turun ketingkat desa dan kecamatan. Banyak sekali anggota yang tidak aktif,” paparnya. Dengan konsolidasi ketingkat bawah, Edi yakin, akan mudah mencapai tujuan partai.


Mengingat, mesin dan sistem partai bergerak. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan kader partai dan masyarakat secara umum.  “Kita punya kepanjangan tangan dalam pemerintahan, yakni fraksi. Artinya fraksi harus mengimplementasikan visi dan misi partai, sehingga masyarakat dapat merasakannya dan Golkar tetap dihari mereka,” terangnya.


Sementara itu, saat disinggung ketidakpuasan Priyo terhadap susuanan pengurus yang ia buat, menurutnya hal yang wajar di dalam partai politik. 
Hal itu, lanjut Edi, dapat diselesaikan dengan musyawarah. “Hal itu bisa disinkronkan. Draf ini juga masih dapat diubah. Tinggal nanti ketemu saja, supaya perbedaan ini bisa disatukan,” terangnya.


Di tempat yang sama, Sunandar Priyowudarmo mengaku, dirinya menerima hasil musda ke-9 tersebut.  Menurutnya, siapapun yang terpilih dalam musda ini sudah digariskan. Yang terpenting, kata pria yang akrab disapa Priyo ini  adalah Partai Golkar Kabupaten Cirebon tetap solid dan bersatu.


“Kita harus tetap solid karena Golkar di sini telah dibuat seperti di pusat oleh pihak lain. Secara pribadi, saya akan tetap berada di bawah naungan pohon beringin. Saya tidak akan pindah kemana-mana,” tandasnya. Namun demikian, Priyo kecewa dengan susunan pengurus  yang dibuat Edi. Pasalnya, sebelum dilaksanakannya musda tersebut, keduanya berkomitmen yang kalah maka sebagai sekretaris. 


“Saya kurang menerima formatur yang dibuat, karena kita sudah komitmen. Kalau gak ketua ya sekretaris. Saya harap komitmen ini tetap dijaga,” terangnya.
Lebih jauh, dikatakan Priyo, jika tidak ada komitmen maka musda tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, dari 18 suara yang diperoleh Edi bukan dari PK semua, sementara dirinya memiliki 12 suara. 


“Artinya, apabila pihak Edi menggelar musda sendiripun itu tidak akan memenuhi kuorum,” katanya.  Sehingga, ia menginginkan komitmen yang telah dibuat dapat dijalankan. “Saya sudah sampaikan pada pengurus provinsi, komitmen akan tetap dihargai. Saya harap menghasilkan yang terbaik. Formatur masih bisa diubah. SK saja bisa diubah. 


Secara pribadi saya menerima, asal sesuai dengan komitmen,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon tersebut. Priyo berharap, Edi dapat membawa partai berlambang pohon beringin ini menjadi lebih baik lagi. “Kesatuan dan kesolidan partai harus terus terjaga,” katanya. (ari)

BAGIKAN