FUAD IAIN Cirebon Ditunjuk jadi Lembaga Sertifikasi Pembimbing Haji di Jabar

91

RAKYATCIREBON.ID – Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditunjuk sebagai penaung Pusat Sertifikasi Haji. Sejumlah pembimbing manasik haji dan umroh di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Brebes, dan Tegal mengikuti kegiatan workshop sertifikasi di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/2)

Dekan FUAD , Dr Hajam MAg mengatakan, kegiatan ini adalah tindaklanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara FUAD dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI pada 31 Desember 2019 lalu.

“Kegiatan ini adalah pembukanya, sedangkan sertifikasinya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari lalu di Bandung. Alhamdulillah, kami dipercaya untuk menyelenggarakan sertifikasi ini. Memang sertifikasi ini kami masih menginduk ke UIN Bandung, tapi sebenarnya kami sudah siap untuk melaksanakannya sendiri,” kata Hajam.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FKKBIHU), H Satori menjelaskan, kegiatan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umroh ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, kata dia, setiap tahun terkait teknis dan regulasi pelaksanaan ibadah tersebut selalu berubah. Sehingga para pembimbing ini diharapkan dapat memahami setiap perubahan tersebut.

 “Kami mengapresiasi dan menyambut gembira. IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah dipercaya bidang haji untuk melatih para pembimbing haji. Karena dalam pelaksanaannya selalu ada perkembangan terkait teknis yang perlu disampaikan dan pembekalan. Karena haji itu tidak hanya rukun saja, tapi ada juga terkait pelayannya,” kata Satori saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberi kepercayaan kepada Civitas Akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

“Tujuan dari sertifikasi ini adalah untuk menyahuti perkembangan zaman yang terus berubah. Kita juga akan ada pembelajaran terkait sistem yang terus berkembang, karena hal itu menyesuaikan dengan situasi di tanah suci yang dinamis,” papar Sumanta.

Pasalnya, lanjut dia, setiap tahunnya dalam pelaksanaan haji ada team survei yang datang ke tanah suci. Kedatangan mereka untuk melihat situasi dan kondisi terkait tempat yang akan digunakan saat beribadah haji.

“Untuk itu, dengan adanya kegiatan ini adalah bagaimana kita mengupdate segala peraturan yang terus berubah dan merespons perkembangan yang dinamis. Semoga kita bisa memberi kontribusi untuk masyarakat dan KBIH di Ciayumajakuning, Brebes, dan Tegal,” pungkasnya. (wan)

BAGIKAN