Gaduh Pilkada Serentak 2020 di Era Pandemi, Begini Kata Warganet

Gaduh Pilkada Serentak 2020 di Era Pandemi, Begini Kata Warganet

RAKYATCIREBON.ID-Gaduh pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di tengah pandemi Corona masih belum berhenti. Penyebaran virus mematikan itu sudah menjalar ke seluruh daerah di Indonesia.

Akun @_winnerss mengunggah meme yang menggambarkan kotak suara dengan sejumlah gambar calon kepala daerah (cakada) yang dikelilingi virus Corona. “Meluas ke daerah, mahasiswa minta ‘Pilkada Corona’ ditunda,” ujar @_winnerss dalam akun Twitter-nya.

Edy Wiyazi menyambung, dan menyarankan pilkada serentak 2020 ditunda. Sambil mention @KPU_ ID, Edy Wiyazi @note327 meminta para penggede di negeri ini mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Keselamatan dan kesehatan publik terancam,” kata dia.

Erik Sulistiyo menyambar. Kata dia, seyogyanya Pilkada serentak 2020 ditunda hingga vaksinasi Covid-19 selesai dilakukan menyeluruh pada masyarakat.

Dia menegaskan, keselamatan jiwa bangsa Indonesia lebih utama daripada jadwal pilkada. Kata Uncu @Uncu854, pandemi Corona menghentak dunia.

Banyak kegiatan yang ditunda di musim Covid-19. Namun satu yang nggak bisa ditunda, yakni pilkada. “Semua ditunda dan dikurangi, kecuali Pilkada,” timpal FikriSama_. “Ditunda, tapi tidak dengan pilkada,” sindir Imambachrudin5.

Menurut Apaya, pilkada merupakan kegiatan yang menimbulkan keramaian. Dalam situasi pandemi Corona, keramaian sangat tidak disarankan untuk diikuti karena akan menyebabkan percepatan penyebaran virus Corona.

“Semua keramaian dan kerumunan sangat berpotensi mempercepat penyebaran virus Corona dan harus ditindak tegas,” pinta Awang_philiang.

MuslimahKaltim curiga, ada dugaan kuat bahwa pengambil kebijakan tentang pilkada mempunyai jagoan. Sehingga, kata dia, pilkada pada akhirnya diputuskan tetap berlanjut, meskipun wabah Covid-19 semakin merajalela.

“Jika pilkada ditunda, maka kans jagoan pemangku kebijakan itu untuk menang akan semakin kecil,” katanya.

Venus 1970 meminta pemerintah mendengarkan suara mayoritas, dan menunda Pilkada. Dia menegaskan, menunda pilkada adalah untuk menghindari mbludaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Sinarufuk menambahkan, sejatinya pemimpin adalah pelayan rakyat. Dia bilang, sudah banyak pihak yang meminta pesta pilkada ditunda karena sangat berisiko di masa pandemi ini.

“Lonjakan kasus semakin naik, akankah nyawa rakyat dipertaruhkan?” tanya dia SujanaSaputra memprediksi, pilkada serentak Desember 2020 akan ditunda tahun depan. “Jika situasi Covid-19 belum juga mereda,” kata dia.

Danis Anfa mengatakan, tugas berat para kepala daerah yang nantinya terpilih bukanlah menjalankan roda pemerintahan & menggerakkan ekonomi. Tetapi mengatasi lonjakan korban pandemi Covid-19.

“Akibat pengerahan masa selama masa pilkada,” kata dia Sementara kata Dira Davidya, penundaan pilkada harus jelas untuk berapa lama. Dia ragu, pandemi Corona akan berakhir dalam waktu dekat. Sedangkan roda pemerintahan harus tetap berjalan.

“Kalau ditunda, akan ada kekosongan pemimpin daerah yang menyebabkan terganggunya kestabilitasan negara,” jelas DDavidya Abahbahar_ mengatakan, pilkada serentak 2020 adalah pestanya rakyat.

Karena itu, dia mengusulkan, agar pilkada terus dilangsungkan. “Jangan ditunda. Kasihan rakyat, jika ditunda gagal pestanya,” ujarnya. Joni @Joni1446 berkeyakinan, pelaksanaan pilkada serentak akan sangat minim melakukan pelanggaran kampanye.

Dia yakin Pilkada 2020 aman dari Virus Corona. “Ayo pilkada, jangan takut Corona,” saut Berhalanada. “Corona tidak ada hubungannya dengan Pilkada,” tukas Avatarkora. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!