Gagas Pengajian Programmer Ramadan

180
BANGUNAN.
BANGUNAN. Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan salah satu bangunan di pesantren Kewirausahaan Kebon Cinta. Selama Ramadan, pesantren tersebut membuka pengajian programmer hanya untuk 20 orang santri.

CIREBON –  Ada yang unik di Pesantren Kewirausahaan Kebon  Cinta.  Ramadan tahun ini, pesantren yang berlokasi di jalan Urip Sumoharjo Cirebon itu bakal mengadakan pengajian programmer setelah shalat tarawih.

Jika pesantren  umumnya mengadakan pengajian pasaran Ramadan membahas kitab-kitab kuning atau kajian keislaman lain, maka pesantren Kewirausahaan Kebon Cinta memilih membuat pengajian pasaran IT.

Tentu saja yang dibahas bukan soal rukun puasa atau bab shalat tarawih. Pengajian Programmer digagas pesantren Kewirausahan Kebon Cintan untuk meningkatkan kemampuan santri di bidang IT.

Penggagas, Misbah Mustofa menjelaskan, pengajian programmer dibuat sebagai media bagi santri yang memiliki minat di bidang programming. Pengajian diisi oleh programmer berpengalaman.

“Jadi, tujuannya untuk mencetak para santri agar menjadi ahli-ahli programming. Mengingat saat ini santri selalu dipandang sebelah mata dalam bidang IT,” ungkap Misbah kepada Rakyat Cirebon, Selasa (1/5).

Menurutnya, konten pengajian memuat pembahasan sistem aplikasi komputer atau mobile phone. Meliputi play store, ios, windows phone maupun website pribadi dan instansi. Santri diarahkan mengenal sistem  pemrograman menggunakan perangkat lunak.

“Sehingga, pondok pesantren semuanya bisa menggunakan sistem pendidikannya dengan standar IT,”  ujarnya.

Seperti pengajian pasaran lain, kata dia, pengajian programmer di pesantren Kewirausahaan Kebon Cinta tidak dipungut biaya. Pengajian dilakukan selama 20 hari, sejak 16 Mei sampai 4 Juni 2018. Santri difasilitasi komputer yang sudah terhubung internet.

Misbah juga menjelaskan, untuk mengikuti pengajian programmer santri diwajibkan mendaftar melalui SMS terlebih dahulu. Kuota santri hanya 20 orang saja. Konfirmasi keikutsertaan santri dibatasi sampai 12 Mei 2018.

“Ini untuk lulusan SMA atau sedarajat, dan kami hanya menerima santri 20 saja.  Karena kuotanya terbatas,” imbuhnya. (wan)