Geram Gedung DPRD Disebut Tempat Maksiat

9
Wakil Rakyat Tak Terima Karena Anggap Lembaga Terhormat

KUNINGAN – Sejumlah anggota dewan geram atas adanya isu memanas di gedung dewan. Mereka tak terima lembaga terhormat disebut-sebut tempat maksiat yang diduga terjadi saat acara hiburan dangdutan di ruang sidang paripurna DPRD saat malam agustusan lalu.Politisi PKS yang juga Sekretaris Komisi I, Rudi O’ang Ramdhani, menyampaikan sikap tidak terimanya atas mencuatnya isu kemaksiatan di gedung DPRD. Lembaga DPRD merupakan lembaga terhormat yang harus dijaga secara bersama oleh semua pihak, termasuk oleh masyarakatnya.

rudi oang ramadhani politisi pks kuningan
Rudi O’ang Ramadhani. doc. Rakyat Cirebon

“Ini lembaga terhormat, siapa lagi yang menjaganya kalau bukan kita sebagai masyarakatnya sendiri. Ini Koran dibaca di wilayah III Cirebon, DPRD Kuningan seolah-olah tidak punya marwah,” ketus Rudi saat diwawancarai Rakyat Cirebon beberapa hari lalu di gedung dewan.Menurut Rudi, dengan adanya pemberitaan gedung dewan dipakai maksiat, ditambah munculnya beragam komentar masyarakat dan mahasiswa, jelas hal itu telah mencoreng nama baik lembaganya. Ia mengakui pada malam 17 Agustus lalu memang ada acara hiburan di gedung dewan, tepatnya berlangsung di dalam ruang sidang utama. Namun hiburan tersebut menurutnya hanya bersifat hiburan biasa, dengan nyanyi-nyanyi, tanpa ada kegiatan lain didalamnya.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Komisi I, ini sekali lagi telah mencoreng. Jangan lah ada statemen-statemen begitu. Hiburan itu jangan ditafsirkan terlalu jauh dari kami. Kami hadir bersama kawan-kawan dari PDIP, Demokrat, kalau Gerindra waktu itu lagi ke Hambalang. Anggota yang hadir ada sekitar 20 orang, cuma memang mayoritas dari kawan-kawan kita (PDIP, red), karena memang mereka senang hiburan, saya juga senang dengan hiburan, saya senang dengan live music, saya nikmati juga. Cuman kalau misalkan digeneralisir dewan melakukan maksiat di malam 17 Agustus, itu tidak benar,” kata Rudi yang kala itu terlibat obrolan bersama beberapa anggota dewan lainnya.

Dalam acara 17 Agustusan itu, lanjut dia, tidak ada salahnya untuk mengadakan hiburan, karena itu bisa juga menghilangkan kepenatan yang selama ini dialami dalam bekerja sebagai wakil rakyat. Apalagi selama ini sering berbeda pendapat antar sesama anggota dewan, sehingga saat kebersamaan dalam hiburan itu bisa kembali bersama di ruang sidang paripurna.“Kita rileks di ruang paripurna, yang biasanya kita berbeda pendapat dalam bersuara. Hanya malam itu saja kok, tidak tiap malam. Ketua juga ada, Wabup ada. Saya juga termasuk yang hadir sampai jam 11 pulang dengan Pak Wabup. Memang ketika saya pulang, acara masih berlangsung, karena itu hiburan. Gak mungkin ketika kita pulang acara berhenti lho. Saya pulang bersama rombongan Pak Wabup, acara setelah jam sebelas kesana, setelah itu saya gak tahu,” terang Rudi.

Ia meyakini dalam acara hiburan sebelum jam sebelas, disana tidak ada kegiatan lain yang bersifat macam-macam seperti apa yang diberitakan media. Namun demikian, dengan adanya pemberitaan kemaksiatan di gedung dewan, hal itu menurutnya akan dijadikan sebagai upaya mengingatkan para anggota dewan agar terhindar dari kegiatan yang negatif.“Kalau isu kemaksiatan, itu terlalu jauh. Kemaksiatan apa sih yang dilakukan?. Tapi ini mengingatkan kami, tapi jangan underestimed, seolah-olah kami ini gimana. Kita akan klarifikasi ini. Bentuk ekspresi kami di dewan tentu berbeda-beda,” ujarnya.

Menurutnya, urusan joged dan nyanyi itu dikembalikan saja kepada pribdai masing-masing. Apalagi yang ia lihat sama sekali kala itu tidak ada minum minuman keras. Yang ada hanyalah hidangan air kopi, serta makanan ringan lainnya seperti goreng pisang, nasi goreng, Cireng yang kesemuanya disediakan pihak Sekretariat yang dipimpin Sekretaris DPRD, H Suraja SE MSi.“Yang jelas sekali lagi, lembaga ini adalah gerbang aspirasi masyarakat. Kalau lembaganya dinistakan, pertanyaannya masyarakat mau ke siapa? Jangan ditafsirkan kita tidak aspiratif. Termasuk persoalan kursi di lobi, saya sudah sampaikan kepada Sekretariat, sudah 3 periode ini kenapa kursi begini terus. Mau diperbaiki atau diganti, yang jelas harus lebih bagus,” pungkas Rudi. (muh)

BAGIKAN