Gerindra: Lebih Baik Pasarkan “Oke”, Selebihnya Terserah Pemilih

90

CIREBON – Sikap Partai Gerindra relatif lebih santai dalam mendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi (Oke). Mereka tidak sependapat dengan kampanye yang mewacanakan ganti walikota. Partai Gerindra ingin lebih santun dalam menjalani Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Heru Cahyono MESy kepada Rakyat Cirebon, Kamis (26/4) kemarin. Menurutnya, untuk tingkat daerah, mengampanyekan ganti walikota justru tidak efektif. Yang harus dilakukan oleh partai pengusung maupun pendukung Oke adalah memasarkan paslon itu sendiri.

“Kita tidak perlu mengurusi calon lain. Bagaimana kita memasarkan calon yang didukung dan diusung itu lebih baik, agar diterima masyarakat,” ungkap Heru.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pilwalkot, sepenuhnya rakyat yang menjadi penentu. Artinya, ketika partai pengusung maupun pendukung sudah memasarkan paslonnya, selebihnya menjadi kewenangan rakyat untuk memilih. Sehingga, menurut Heru, tidak perlu elit partai melakukan pemaksaan maupun sejenisnya.

“Dalam pilwalkot yang menentukan itu rakyat. Bukan elit partai atau lainnya. Jadi jangan paksakan kehendak rakyat dalam menentukan pilihan. Kalau kita sudah maksimal menyosialisasikan paslon yang didukung, selebihnya biarkan rakyat menentukan pilihan,” tuturnya.

Dia menambahkan, kalaupun mayoritas rakyat Kota Cirebon menghendaki ganti walikota, berarti mereka akan memilih paslon Oke. Sebaliknya, jika ternyata masih menghendaki walikota sebelumnya, Drs Nashrudin Azis SH, juga tidak bisa dipaksakan. Partai Gerindra, kata Heru, menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam memilih di pilwalkot.

“Kalau memang ingin ganti walikota, otomatis memilih Oke. Tapi kalau ternyata masih ingin yang lama, kita tidak bisa memaksakan. Rakyat sepenuhnya yang berkehendak. Jadi tidak perlu mengampanyekan ganti walikota. Kita harus lebih elegan,” terangnya.

Disampaikan Heru, ‎Partai Gerindra sejauh ini sudah maksimal dalam menyosialisasikan paslon Oke. Sebagai partai pendukung, pihaknya turut memasarkan paslon yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar dan PPP itu. “Sampai sejauh ini kita fokus menyosialisasikan paslon yang didukung dengan optimal,” katanya.

Heru berharap, semua pihak bisa mengedepankan suasana kondusif dalam Pilwalkot Cirebon 27 Juni mendatang. Partai Gerindra akan menerima dan menghormati siapapun pemenangnya, sepanjang mendapat mandat terbesar dari rakyat. “Siapapun yang menang, kita wajib menjaga kondusivitas Kota Cirebon. Itu yang tidak kalah penting,” kata dia.

Sebelumnya, orasi politik Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH yang mengampanyekan ganti walikota pada Minggu akhir pekan lalu, di kawasan Kasepuhan, dinilai dangkal. Sebagai ketua partai politik, Dani mestinya memberi edukasi politik yang baik kepada masyarakat pada saat mengampanyekan calon walikota dan wakil walikota yang didukungnya.

“Saya kira kampanye semacam itu (ganti walikota, red) sangat dangkal. Akan jauh lebih baik dan bijak ketika seorang ketua parta memberi edukasi yang baik kepada masyarakat, termasuk proses untuk meraih kemenangan dalam pilwalkot,” ungkap pengamat politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha, Rabu (25/4) di kawasan Bima.

Ia menilai, orasi politik ketua DPD PAN yang ramai menjadi perbincangan di kalangan netizen menyimpan makna lain. Dani tampak lebih fokus untuk “menyerang” petahana Drs Nashrudin Azis SH ketika memimpin, daripada memasarkan visi dan misi serta program strategis paslon yang didukungnya.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi publik, kenapa fokusnya menghantam petahana? Ini menunjukkan bahwa seolah-olah petahana punya power, sehingga harus dihantam. Sedangkan paslon yang didukungnya tidak dipasarkan dengan masif, apa visi dan misi serta program unggulannya,” katanya. (jri)

BAGIKAN