Gotas Tertangkap, Ketua DPC PDIP: Tidak Berpengaruh Pada Partai Jelang Pilkada

Gotas Tertangkap, Ketua DPC PDIP: Tidak Berpengaruh Pada Partai Jelang Pilkada

Namun, ternyata  kasus korupsi dana bansos itu masih berlanjut. JPU yang kecewa dengan vonis bebas lalu mengajukan kasasi ke MA. Dan petaka bagi dirinya terjadi, pada 17 September 2016 MA mengabulkan permohonan kasasi JPU  dan menetapkan Gotas dihukum kurungan penjara 5,5 tahun. Putusan MA itu menggugurkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung.

Gotas yang baru saja menikmati kembali hari-harinya sebagai wakil bupati Cirebon, langsung gamang. Dampaknya, ia selalu mangkir untuk menghadap jaksa eksekutor. Hingga akhirnya pada 1 Februari 2017 lalu Gotas resmi masuk dalam  Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Cirebon.

Jabatannya sebagai wakil bupati pun lepas setelah pada 17 Mei 2017 Kemendagri secara resmi memberikan Gotas dari Wakil Bupati Cirebon. Setelah satu tahun menjadi buronan kejaksaan,  Gotas akhirnya ditangkap oleh tim Kejagung dan Kejari Cirebon di Dusun Babadan, Pekalongan, Senin pagi (30/4).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Mustofa SH  mengaku sudah mengetahui perihal penangakapan salah satu kadernya itu.  Menurutnya,  penangkapan terhadap Gotas ini adalah bagian dari upaya penegakan hukum. Oleh karenanya PDI Perjuangan sangat menghormati dan mendukung penegakan hukum ini.

Disinggung mengenai penangkapan Gotas ini apakah akan berpengaruh terhadap partai di tengah perhelatan Pilkada 2018? Pria yang akrab disapa Jimus itu meyakini tidak akan berdampak terhadap partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!