Hari Disabilitas Internasional 2020, Penyandang Disabilitas Masih Alami Diskriminasi

Hari Disabilitas Internasional 2020, Penyandang Disabilitas Masih Alami Diskriminasi

RAKYATCIREBON.ID-Diskriminasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan terhadap para penyandang disabilitas. Mereka harus diperlakukan setara sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk menggugah kesadaran itulah, dalam rangkaian peringatan hari disabilitas internasional 3 Desember 2020, Kementerian Sosial (Kemsos) resmi membuka rangkaian peringatannya mulai 18 November hingga 3 Desember 2020.

Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mengatakan, sebagai satu bangsa tidak boleh membedakan kaum disabilitas.

“Sebagai suatu bangsa kita tidak boleh membedakan yang normal yang disabilitas,” katanya dalam konferensi pers virtual pembukaan rangkaian peringatan hari disabilitas di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Juliari pun berharap untuk mengurangi diskriminasi, fasilitas publik, infrastruktur harus ramah terhadap disabilitas dan menempatkan secara setara sesuai kebutuhannya.

Dalam kesempatan itu, Mensos juga meluncurkan situs www.creativedisabilitiesgalery.com dalam rangkaian memperingati hari disabilitas internasional 2020.

Website ini dipersembahkan untuk para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia yang aktif berkarya dan mengukir prestasi, serta apresiasi terhadap kerja keras mereka,” ucap Mensos.

Masih adanya pandemi membuat peringatan hari disabilitas tahun ini dilakukan secara daring atau virtual. Hal ini mengikuti protokol kesehatan. Tujuannya agar semua pihak dapat menyaksikan perayaan ini di manapun berada sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat bagi perwujudan kehidupan yang lebih aksesibel dan inklusif.

Hari disabilitas internasional 2020 mengangkat tema Membangun Kembali Kehidupan yang Lebih Baik, Lebih Inklusif, Lebih Aksesibel dan Berkelanjutan Pascapandemi Covid-19.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan HDI 2020 dengan semangat menghilangkan hambatan, dan membuka peluang pemulihan kondisi ekonomi para penyandang disabilitas pascapandemi Covid-19 untuk memastikan kualitas kehidupan penyandang disabilitas yang lebih baik,” paparnya.

Ia pun berharap rangkaian kegiatan peringatan hari disabilitas sepanjang November hingga Desember ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Laman situs creative disability gallery merupakan sarana promosi karya dan produk penyandang disabilitas yang berkualitas. Dengan mengakses alamat laman tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih dekat lagi para penyandang disabilitas dan memetik pembelajaran dari semangat mereka yang selalu menyala di tengah keterbatasan.

Mensos menyebut, creative disabilities galery merupakan galeri virtual berbentuk dome yang menampilkan beragam acara seperti pameran karya penyandang disabilitas, pertunjukan kreatif, talkshow, sharing session, live games, dan kisah-kisah inspiratif para penyandang disabilitas.

Saat mengkses www.creativedisabilitiesgallery.com ada host yang menyapa dan memandu pengunjung memasuki lobi galeri dimana tersedia informasi lengkap tentang HDI 2020, jadwal acara, informasi program, dan petunjuk tentang penghargaan bagi penyandang disabilitas yakni creative disabilities award.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemsos, Harry Hikmat mengungkapkan, rangkaian peringatan ini menjadi apresiasi kesadaran, penghargaan dan pemenuhan hak disabilitas.

“Kegiatan hari ini diikuti tidak kurang dari 7.000 peserta dari seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live streaming youtube channel Kemsos RI,” kata Harry.

Dalam kegiatan ini, pemerintah memberikan peluang dan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan lebih produktif melalui karya dan potensi yang dimiliki. Selain itu, juga membangun kepedulian masyarakat bagi perwujudan kehidupan yang lebih aksesibel dan inklusif.

Pada peringatan hari disabilitas, Kemsos juga akan menyerahkan bantuan berupa alat bantu berupa kursi roda, alat bantu dengar, kruk, kaki palsu, tripod, tongkat netra dan alat braille bagi 268 penyandang disabilitas di 8 kabupaten kota yaitu Jakarta, Majalengka, Makasar, Magetan, Kuningan, Sibolga, Toba dan Pesisir Selatan.

Pemberian alat bantu tersebut bertujuan untuk memastikan aksesibilitas penyandang disabilitas dapat diwujudkan dengan baik melalui layanan asistensi rehabilitasi sosial.

Saat ini penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 21,6 juta jiwa. Hingga saat ini pemerintah daerah yang sudah memiliki peraturan daerah tentang disabilitas antara lain Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Aceh, Riau, Lampung, Banten, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!