Hujan Mulai Gerogoti Jalan Desa di Majalengka

Hujan Mulai Gerogoti Jalan Desa di Majalengka

RAKYATCIREBON.ID – Hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Majalengka dan sekitarnya, membuat kerusakan jalan, terutama dijalan poros desa salah satunya jalan penghubung antara Desa Balagedong dan Ujungberung Kecamatan Sindangwangi, yang mulai terlihat berlubang, bahkan ada sebagian bibir jalan yang amblas.

Jalur tersebut sendiri merupakan akses yang cukup ramai dilalui kendaraan, bukan hanya warga Ujungberung dan Balagedog, melainkan warga Mindi dan Rajawangi Kecamatan Leuwimunding, mengingat jalan tersebut merupakan rute tercepat yang bisa ditemuh masyarakat di kedua kecamatan tersebut.

Dari pantauan Rakyat Cirebon kerusakan jalan poros desa, bukan hanya di ruas jalan tersebut, melainkan hampir merata di setiap desa. Hal itu disebabkan curah hujan yang cukup tinggi dan derasnya air hujan yang mampu mengikis dan merusak aspal jalan. Demikian seperti yang diungkapkan Maman Rohmana Warga Desa Balagedog, menurut dia hujan yang terjadi dalam satu pekan terakhir ini terbilang cukup besar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

“Saya rasa hujan yang terjadi dua hari kemarin secara berturut turut merupakan hujan terbesar selama 5 tahun terakhir ini, sehingga air hujan sempat meluap dan merusak beberapa ruas jalan, bahkan sempat membuat longsor saluran irigasi yang ada di tengah sawah,”ucapnya.

Sementara itu di Lengkong Kulon dan Lengkong Wetan kemarin, akibat hujan deras menyebabkan sejumlah rumah sempat terendam setinggi mata kaki, terutama rumah yang berada di blok pengkolan tepatnya dipinggir jalan Raya Lengkong Rajagaluh.

Menurut Dididng warga sekitar mengatakan sedikitnya ada 3 rumah warga yang sempat terendam banjir diantaranya adalah rumah milik Nunik, hal itu disebabkan luapan air dari bagian atas terutama dari sekitar sawah dan pemukiman dibagian selatan yang lebih tinggi tumpah dan mengalir deras ke pemukiman yang lebih rendah, sementara itu saluran  irigasi yang tersedia tidak mampu menahan debit air yang besar.

“terutama air dari area pesawahan sangat besar dan mengalir deras sementara disekitar pemukiman di Blok Pengkolan sendiri memang minim saluran irigasi akibatnya ada beberapa rumah yang empat terendam hingga semata kaki,”ucapnya. (pai) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!