HUT Desa Karamat ke-31 Meriah

PALASAH – Desa Karamat Kecamatan Palasah di hari ulang tahunnya ke 31 menggelar sunatan masal gratis dan pentas seni sandiwara di lapangan desa setempat.

sunatan masal
HUT Desa Karamat meriah. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Kepala Desa Karamat, Karya, mengatakan, kegiatan sunatan masal dan pentas seni merupakan rangkaian dalam merayakan HUT desa Karamat yang ke 31 tahun. Pihaknya sengaja menggelar sunatan masal untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus membantu anak-anak agar dikhitan.

“Kami sengaja menggelar acara yang bertemakan sosial. Salah satunya sunatan atau khitan masal. Karena, khitan ini merupakan sunah Rasul yang bernilai ibadah. Alhamdulillah sedikitnya ada 17 anak yang ikut disunat. Mereka juga mendapatkan sarung, baju dan uang kadeudeuh,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka, Sabtu (12/9).

Karya mengatakan, kegiatan tersebut sudah berlangsung setiap tanggal 11 September. HUT yang ke-31 ini merupakan yang paling meriah dibandingkan tahun lalu. Karena, pada malam harinya digelar petas seni sandiwara tentang sejarah.

“Alhamdulillah acaranya meriah berkat dukungan masyarakat. Sumber dana ini juga berasal dari swadaya masyarakat. Tahun depan, insya Allah akan lebih meriah lagi dengan acara nikah masal. Doakan saja semoga lancar,” ujarnya. Ketua Pelaksana yang juga Ketua BPD, Ari Sobari sangat mengapresiasi kegiatan pemerintah desa Karamat yang peduli pada masyarakat dengan mengadakan acara sunatan masal.

“Ini patut diapresiasi, mengingat acara ini yang paling meriah diantara tahun tahun sebelumnya. Baru kali ini yang paling meriah. Ada hiburan rakyat juga berupa sandiwara dan masyarakat cukup terhibur,” ujarnya.

Pada perayaan tersebut hadir Kapolsek Palasah AKP Asep Sumardi, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Surahman serta unsur muspika lainnya. Dalam kesempatan tersebut, H Surahman juga mengapresiasi tentang kegiatan sunatan masal yang menandakan ciri mengapresiasi keinginan masyarakat kecil.

“Ada pesan sosial yang cukup bagus di sini. Jadi ini bukan hanya kegiatan seremonial saja, ada sisi sosial yakni mengkhitan anak-anak kecil. Saya juga mengapresiasi adanya hiburan untuk masyarakat berupa sandiwara cerita sejarah,” pungkasnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!