Ijazah Balon Kuwu Cirebon Diduga Palsu

5
Tidak Tercatat di Buku Besar, Disdik Juga Temukan Kejanggalan 

SUMBERDinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, menemukan salah satu bakal calon (balon) kuwu diduga menggunakan ijazah palsu. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Drs Asdullah Anwar menjelaskan, ijazah yang digunakan balon berinisial IG tersebut patut dipertanyakan keasliannya.

Asdullah. Foto : Ahmad Ashari/Rakyat Cirebon

Pasalnya, pada saat pihaknya melakukan pengecekan hasilnya tidak terdaftar dan tidak ada dalam buku besar yang ada di Disdik.“Kita sudah cek ke PKBM Al-Fallah yang ada di Tengah Tani dan ia tidak terdaftar. Begitu kita cek juga peserta ujian nasional paket B, ternyata tidak ada juga. Padahal seharusnya ada jika ia benar belajar di sana,” ujar Asdullah saat ditemui Rakyat Cirebon di ruang kerjanya, Senin (29/9).

Meski tidak terdaftar di Disdik Kabupaten Cirebon, pihaknya masih akan mengkaji untuk memastikan benar atau tidaknya. Apabila memang ijazah tersebut palsu, maka pihaknya akan segera mengeluarkan surat yang menyatakan ijazah tersebut palsu.“Masa di kita (Disdik) tidak terdaftar tapi punya ijazah, nah ini dari mana? Makanya kita akan cari tahu juga,” jelasnya.

Jika dilihat sepintas, lanjutnya, antara ijazah yang diduga palsu dan asli terlihat sama. Namun, apabila diperhatikan dengan teliti akan tampak perbedaan pada hologramnya. “Hologram ijazah yang asli akan terlihat jelas dan yang palsu buram. Kemudian, warna motif batik yang mengelilingi ijazah untuk yang asli lebih muda, sedangkan yang palsu lebih tua,” ungkap Asdullah.

Kemudian, sambungnya, kejanggalan juga pada tanda tangan yang diduga dipalsukan karena terlihat mengambang. “Dilihat dari tandatangan saja beda, kalau yang asli warna pulpennya jelas. Kalau ini seperti ngambang, kaya di-scan saja,” tandasnya.Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Ernedin membenarkan temuan ijazah yang diduga palsu tersebut.

Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah ijazah yang digunakan salah satu balon di Desa Palir tersebut benar-benar palsu.
Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan di pusat, apakah memang ada atau tidak. “Kalau di Kabupaten Cirebon saya pastikan yang bersangkutan tidak terdaftar. Kita sudah cek nomor serinya, ternyata tidak ada juga, makanya nanti coba ke pusat,” tambahnya. (ari)

BAGIKAN