IMIK Minta Dibangun Sirkuit Permanen

8
KUNINGAN – Belum tersedianya sirkuit bagi para atlet balap motor di Kuningan, membuat para pembalap khususnya dari IMIK agar pemerintah daerah Kabupaten Kuningan membangun sirkuit permanen.

imik kuningan
IMIK Kuningan bersama Bupati. Foto : Alehandro Malik/Rakyat Cirebon

Pasalnya, sirkuit balap yang kerap dipergunakan untuk even balap motor masih memanfaatkan jalan raya di Jalan Ir Sukarno Lingkar Cijoho Kuningan. “Satu hal yang mungkin sering kita dengungkan kepada bunda (Bupati,red) maupun bapak wakil bupati, bahwa kita sangat kekurangan sirkuit. Ini benar-benar sudah urgen, karena setiap kita membina dan melatih pembalap itu di tempat yang mungkin tidak memadai,” kata Ketua IMIK, Yayan Olly.

Namun begitu, pihaknya mengaku anak-anak binaan di IMIK tetap semangat dalam menjalani sesi latihan maupun kontes balap di Kuningan. Sehingga, di daerahnya tetap kondusif dan tidak ada aksi balapan liar yang terjadi.

“Kemudian, dengan kehadiran bupati sekaligus wakil bupati harus bisa menjadi motivasi kedepan agar bisa lebih menunjukan eksistensi dunia balap motor ataupun otomotif di Kuningan. Sehingga, hal itu menjadi kebanggaan bukan hanya dari IMIK, tapi dari pembalap-pembalap yang ada di Jawa Barat yang tak pernah absen dalam setiap even balap IMIK,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Yayan, IMIK sekarang sudah naik Grip menjadi Grip A yakni menjadi promotor nasional. “Kita tidak punya fasilitas yang permanen, tapi kita bisa menciptakan SDM tingkat nasional,” tandasnya. Hal tersebut menurutnya, menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena mampu memajukan Kota Kuda sebagai tempat kelahirannya sekaligus daerah yang ada di Wilayah III Cirebon.

“Insya Allah, tahun depan kita juga akan dikontrak secara permanen dan IMIK akan benar-benar Go Nasional lintas Jawa dan lintas Sumatra. Ini juga tidak terlepas dari Bunda IMIK yakni bunda kita semua Bupati Kuningan,” ujarnya.
Sementara Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda didampingi wakilnya, H Acep Purnama berharap, adanya even balap motor IMIK Championship Seri III ini menjadi wadah tersendiri bagi para pembalap di Kuningan.

Sehingga, tidak ada lagi aksi balapan liar di jalanan yang berpotensi mengganggu masyarakat.“Tapi jika terorganisir seperti ini, dengan izin pihak kepolisian serta pihak terkait lainnya maka bisa menjadi ajang untuk mencetak atlet balap profesional,” pungkasnya. (ale)

BAGIKAN